Teh Hijau Ku
Oleh: Nafisah
“Hari-hari berulang
Misteri lenyap senang
Ada saran kudengar
Lebih sering keluar ke alam
Saran lain kudengar
Cari hal asing yang menantang
Keluar dari benteng
Dari tempatmu yang sekarang” _Tulus
Keluar dari zona nyaman yang hampir menjadi kebiasaan tuh beneran ga mudah banget, apalagi
harus melepas seseorang yang bahkan lebih dekat dari bunyi Kring… alarm pagi kita, seseorang
yang tiba-tiba hilang bukan karna gak sengaja ke uninstal atau kehapus karena memori penuh,
tapi karena ternyata memang udah bukan masanya. Kata orang, coba keluar! Lepasin suara kamu
ke alam yang bisa meluk kamu lebih erat tanpa kata-kata penenang yang lebay dan alay , yang
malah kerasa paling asri dan menantang. Oke, aku bakal lakuin.
“Ada yang hilang dariku belakangan
Sedang tak mudah bertemu rasa senang
Sedang kucari yang jadi pencetusnya
Mungkin hilangnya atau siklus hidupku” _Tulus
Rasa kehilangan ini makin hari jadi semakin kerasa nyekik aku pelan-pelan, sampai senyum pun
rasanya kayak di tagih hutang sama sodara jauh yang sengaja kita hindarin biar gak ketemu. Tapi
emang nya bener rasa ini pure karena rasa kehilangan aja? Atau karena ternyata aku yang
sengaja menjauh dari kebahagiaan itu sendiri? Karena tuhan itu maha pemberi kebaikan pada
setiap hambanya kan, dan aku yang mutusin buat ga ambil kebaikan itu sendiri, eh bener ga sih?
”Mungkin, aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati 'tuk apapun, siapapun
Dan mungkin aku memang sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati 'tuk apapun, siapapun” _Tulus
Aku paham banget, ga semua yang ada di dunia ini cuma tentang cinta, mencintai dan merasa di
cintai mungkin hal yang berharga banget. Tapi, cinta yang belum selesai juga bakal menyakiti
cinta yang akan datang kan, jahat rasanya kalau harus sembuh dari luka lewat orang yang bahkan
ga tau apa-apa. Jadi, aku putusin untuk stop menerima orang lain, aku pengen belajar mencintai
diri sendiri dan belajar menerima cinta yang selama ini selalu mengalir lewat oksigen dan rasa
cukup dalam hati ku tanpa sadar. Jangan tinggalin aku, tuhan… jangan pernah, atau aku akan
selesai saat ini juga.




