oleh: Dihyat Haniful Fawad
Sampai saat ini
aku masih percaya takdir
Kamu dan aku
masih saling mengenal
Bahkan rasa ini
saling tumbuh dan berkembang
Walaupun berproses
awal secara daring
Takdir yang
membawa kita hingga titik ini
Dimana aku dan kamu
saling memberi harapan
Untuk satu
tujuan dengan berbagai jalan
Halangan dan
rintangan yang pasti adanya
Kita sepakat
untuk bertemu kedua kalinya
Kala itu
percakapan semakin dalam
Pembahasan yang
semakin rumit
Dengan berbagai
pertanyaan untuk sebuah harapan
Memang sudah
jalannya
Memang sudah
waktunya
Bersama-sama
untuk saling berhenti
Berhenti
mencari sosok yang lain
Dunia ini penuh
fatamorgana
Jika kita tidak
bersyukur dengan apa yang kita punya sekarang
Maka tidak akan
ada kata berhenti untuk mencari
“Di depan sana
masih banyak lagi yang terbaik”
Ketika aku
berhasil menemukanmu
Pandanganku
tunduk
Selalu
mensyukuri takdir yang mempertemukanku denganmu
Memang kamulah
yang kucari
Parasmu yang
indah
Ketaatanmu yang
istiqomah
Kepribadianmu
yang mempesona
Mata siapa yang
akan berbohong akan hal itu?
Jika kamu
membaca puisi ini
Tak ada satu
katapun yang mudah dipahami
Karena sangat
sulit tuk ungkapkan
Isi hati dan
pikiran yang tidak harmonis
Harapanku
selanjutnya adalah
Semoga takdir
dapat mempertemukan kita kembali
Di waktu yang
tak terduga di tempat yang istimewa
Dalam perasaan
penuh kebahagiaan
7 Maret 2023
Pondok Pesantren Darun Nun Kota Malang







