
Hai, Luka!
Oleh : Meisya Eva Natasya Hai, Luka… kau datang tanpa aba-aba, seolah tau kapan hati ini paling rapuh. Kadang aku bertanya, apakah kedatangamu untuk membuatku

Oleh : Meisya Eva Natasya Hai, Luka… kau datang tanpa aba-aba, seolah tau kapan hati ini paling rapuh. Kadang aku bertanya, apakah kedatangamu untuk membuatku

Oleh: Mahrotul Fithonah Ada cahaya yang jatuh tanpa memilih, menelusup lewat jendela, membelai wajah yang berbeda-beda dengan hangat yang sama. Seperti embun yang tak pernah

Oleh: Mahrotul Fithonah Ia tak pernah berisik, tak datang dengan gemuruh, tak pula menuntut untuk disambut. ia hadir layaknya embun dipagi hari, seperti desir angin

Mencintai Luka Oleh : Ilman Mahbubillah Pada titik temu yang telah Tuhan tetapkan, kita bertemu pada celah waktu yang tak terbayangkan. Sebagaimana serat dipintal kemudian

Pelataran Duka Oleh : Ilman Mahbubillah Di tepi malam yang menyongsong usia, kembali kubakar dupa dari sisaku berdoa. Kurindukan sosok pemenuh dahaga dalam kubangan air

TUHAN YANG SELALU ADA DIHATIMU Karya: Dimas Indra Pratama Syair yang Indah kubuat, Kukira kau akan berhenti bersujud dan menyerah, bait demi bait yang ku
Oleh : Ilman Mahbubillah Manusia itu sedang dalam ruang jeda, di mana dirinya akan terasa berbeda. Sekelilingnya nampak ada, sedang ia selalu dalam tiada. Inderanya
Oleh : Ilman Mahbubillah Manusia itu sedang dalam ruang jeda, di mana dirinya akan terasa berbeda. Sekelilingnya nampak ada, sedang ia selalu dalam tiada. Inderanya
Sumber: www.storage.nu.or.id Oleh: Indah Mawaddah Rahmasita “Kehidupan indah tapi menyakitkan dan kehidupan sepi dalam kehampaan tapi menyenangkan” Pernah terpikir “apakah kehidupan yang sesungguhnya
Sumber: www.storage.nu.or.id Oleh: Indah Mawaddah Rahmasita “Kehidupan indah tapi menyakitkan dan kehidupan sepi dalam kehampaan tapi menyenangkan” Pernah terpikir “apakah kehidupan yang sesungguhnya