Pukul Tiga Pagi
Pukul Tiga Pagi Oleh: Salma Salsabila Dulu, waktu kecil, pukul tiga pagi begitu ganjil, katanya banyak hantu berkeliaran di malam yang sunyi. Aku menarik selimut
Pukul Tiga Pagi Oleh: Salma Salsabila Dulu, waktu kecil, pukul tiga pagi begitu ganjil, katanya banyak hantu berkeliaran di malam yang sunyi. Aku menarik selimut

Diantara Dua Arah Ditulis oleh Rizal Rafid Ariqoh Menyerah? Entahlah. Jujur. Aku tidak tau apakah diri ini sudah hilang arah. Entah sudah berapa langkah
Malang Tak Lagi Sama Oleh Mahrotul Fithonah Malang masih menyimpan dingin dilipatan malamnya, Lampu-lampu masih menyala hingga malam menua, Hujan masih jatuh dengan cara yang

Oleh : Meisya Eva Natasya Hai, Luka… kau datang tanpa aba-aba, seolah tau kapan hati ini paling rapuh. Kadang aku bertanya, apakah kedatangamu untuk membuatku

Oleh: Mahrotul Fithonah Ada cahaya yang jatuh tanpa memilih, menelusup lewat jendela, membelai wajah yang berbeda-beda dengan hangat yang sama. Seperti embun yang tak pernah

Oleh: Mahrotul Fithonah Ia tak pernah berisik, tak datang dengan gemuruh, tak pula menuntut untuk disambut. ia hadir layaknya embun dipagi hari, seperti desir angin

Mencintai Luka Oleh : Ilman Mahbubillah Pada titik temu yang telah Tuhan tetapkan, kita bertemu pada celah waktu yang tak terbayangkan. Sebagaimana serat dipintal kemudian

Pelataran Duka Oleh : Ilman Mahbubillah Di tepi malam yang menyongsong usia, kembali kubakar dupa dari sisaku berdoa. Kurindukan sosok pemenuh dahaga dalam kubangan air

TUHAN YANG SELALU ADA DIHATIMU Karya: Dimas Indra Pratama Syair yang Indah kubuat, Kukira kau akan berhenti bersujud dan menyerah, bait demi bait yang ku
Oleh : Ilman Mahbubillah Manusia itu sedang dalam ruang jeda, di mana dirinya akan terasa berbeda. Sekelilingnya nampak ada, sedang ia selalu dalam tiada. Inderanya