CERPEN

Amnesia Digital di Awal Pekan

Oleh Rizkha Nafanda Wulandari Senin selalu punya cara sendiri untuk menakar kewarasan manusia. Ia datang tanpa permisi, membawa gemuruh yang jamak. Pagi itu, matahari mulai

Read More »

Gema di Ruang Tengah

Oleh Zid-li Auliyana Luthfillah Malam itu, aula lantai satu di asrama putri terasa lebih sesak dari biasanya. Aroma mukena bersih dan sisa-sisa wangi parfum santri

Read More »

Matematika Manis yang Tak Terencana

Waktu jenguk santri satu hari yang diizinkan untuk melepas rindu bersama orang tua berasa seperti 1 jam saja. Aku Aisyah, seorang santriwati sekaligus siswi kelas 12 di salah satu SMA swasta favorit Kabupaten Gresik dengan rangking paralel kedua se-sekolah menengah ini harus rela menjual semua impianku dengan alasan patuh kepada orang tuaku. Siang itu aku menyerahkan selembar kertas pakta integritas yang berisi pilihan jurusanku di perguruan tinggi.

Read More »

Detik Terakhir bersama Murabbi 

Sore hari menjelang maghrib azaliya bersama dengan santri lainnya, masfufah duduk di depan ruang rawat inap rs petrokimia, mereka disana lantaran menjaga bu nyai nya yang tengah berbaring diatas ranjang putih dengan selang infus terpasang di pergelangan tangannya. Sudah 3 hari sejak dikeluarkannya beliau dari ruang ICU, azaliya dan masfufah menjaga murabbinya bersama keluarga besar ndalem yai. Sekali dua kali mereka masuk ke dalam kamar jika diperlukan.

Read More »

Sepotong Jeda yang Dicuri

Oleh Zid-li Auliyana Luthfillah Hari Minggu yang seharusnya menjadi momen istirahat justru terasa seperti maraton tanpa akhir bagi Alya. Sejak pagi buta, ia sudah berada

Read More »

Perputaran Penuh Makna

Oleh Ebnu Hajar Tian adalah seorang yang berbakti dengan orang tuanya ketika masih berada di kampung halamannya, biasanya dia membantu orang tua seperti menjaga dagangan

Read More »

Berupa; yang Tak Seragam

Oleh : Ilman Mahbubillah Hari itu, aku berdiri tanpa tujuan yang benar-benar pasti. Hanya ingin berjalan sedikit lebih jauh dari pikiranku yang terlalu ramai. Namun

Read More »

Kartini: Perempuan untuk Masa Depan

Oleh Rizkha Nafanda Wulandari Aula itu sesak oleh suara. Bukan suara yang tertata—tapi suara yang pecah. “Bawa keluar!” “Minta pertanggungjawaban!” “Jangan lindungi pelaku!” Maya berdiri

Read More »

Rumah ke Dua

“Katanya rumah itu tempat pulang ya? Katanya rumah itu tempat ternyaman ya? Katanya rumah tempat bersandar teraman ya? Tapi mengapa aku tidak merasakan itu?,” ucap

Read More »