PUISI

Lelah Menjadi Lillah

Kertas kertas menumpuk, tinta mengiring di pena,
Malam kian larut, suara berhening jua.
Materi tak habis, tugas tak tertepi
Raga ini lelah, pikiran pun tak terganti.

Read More »

Tanpa Kata

Tanpa kata Oleh: Zahriyatun Nafiah Tidak semua hati luluh pada kata, ada yang memilih diam saat itu tiba. Bukan tak mampu merasa, hanya sudah terlalu

Read More »

Gelak yang Mendatangkan Sunyi

Oleh Mahrotul Fithonah Kebanyakan jam kosong disambut tawa bangku bangku riuh oleh kebebasan sementara Candaan berhamburan memenuhi sudut kelas layar-layar ponsel menyala di antara wajah

Read More »

Marmoris

Oleh Nazar Junio Engkaulah samudra, tempat senja melabuhkan kemilaunya. Dalam tenangmu, rembulan berlabuh, menitipkan bayang pada heningnya malam. Engkaulah karang yang tabah, tegak menantang gelombang.

Read More »

Berdamai dengan Garis-Nya

Oleh Mahrotul Fithonah lika liku tuhan memang tak pernah bisa dipungkiri ia menuntunku, bahkan saat aku tak ingin mengerti menjadi jejak yang diam diam mengajari

Read More »

Penerang Ditengah Kegelapan

Oleh Ebnu Hajar Kartini…. Pahlawan bagi wanita Indonesia Panutan bagi wanita Indonesia Penggerak bagi wanita Indonesia Kartini….. datang sebagai pembawa cahaya Ditengah kegelapan bagi seorang

Read More »

Mawar Menghitam

oleh Muflikhah Ulya Ia dipuji angin, dicium cahaya, hingga lupa, duri pun bagian dari doa yang tumbuh dari tanah. Ketika ia terlalu condong mengejar kagum

Read More »

Poro Padu

Oleh Zid-li Auliyana Luthfillah Kok yo seneng men poro padu Rungokno kritik saran kancamu Mbok bantah ae, ngrungokne ra kolu Sakjane Iku ati ta watu?

Read More »