
Surat dari balik pintu
Oleh: Muhammad Thoriq Abdul Jabbar Di balik pintu yang kini tertutup, Terukir kebahagiaan dan candanya tawa. Disini, aku melihat atap yang sama, Dan memandang

Oleh: Muhammad Thoriq Abdul Jabbar Di balik pintu yang kini tertutup, Terukir kebahagiaan dan candanya tawa. Disini, aku melihat atap yang sama, Dan memandang

Oleh Rizkha Nafanda Wulandari Sayap mengepak membelah awan, Menjelajah langit, memeluk angan. Seperti merpati yang menantang angin, Jejak langkahku menuruti ingin. Kota demi

Oleh: Muh. Sabilar Rusydi Di balik penglihatan yang tak samar Rumah ini tak lagi sama Di balik perut yang besar Rumah ini tampak semakin mewah

Kertas kertas menumpuk, tinta mengiring di pena,
Malam kian larut, suara berhening jua.
Materi tak habis, tugas tak tertepi
Raga ini lelah, pikiran pun tak terganti.

Tanpa kata Oleh: Zahriyatun Nafiah Tidak semua hati luluh pada kata, ada yang memilih diam saat itu tiba. Bukan tak mampu merasa, hanya sudah terlalu
Oleh Mahrotul Fithonah Kebanyakan jam kosong disambut tawa bangku bangku riuh oleh kebebasan sementara Candaan berhamburan memenuhi sudut kelas layar-layar ponsel menyala di antara wajah

Oleh Nazar Junio Engkaulah samudra, tempat senja melabuhkan kemilaunya. Dalam tenangmu, rembulan berlabuh, menitipkan bayang pada heningnya malam. Engkaulah karang yang tabah, tegak menantang gelombang.
Oleh Mahrotul Fithonah lika liku tuhan memang tak pernah bisa dipungkiri ia menuntunku, bahkan saat aku tak ingin mengerti menjadi jejak yang diam diam mengajari
Oleh Mahrotul Fithonah Ada yang pelan-pelan luruh dari makna tersimpan rapi di lipatan waktu, hari-hari tertenun seakan biasa saja, hingga rasa pun ikut berjalan menua.

Oleh Ebnu Hajar Kartini…. Pahlawan bagi wanita Indonesia Panutan bagi wanita Indonesia Penggerak bagi wanita Indonesia Kartini….. datang sebagai pembawa cahaya Ditengah kegelapan bagi seorang