oleh: Dihyat Haniful Fawad
Aku percaya
takdir
Takdir
membawaku bertemu denganmu
Di gerbong yang
sama di bangku yang sama
Dengan tujuan
yang berbeda
Berawal dari
sapaan manismu
Menjadikanku
lupa siapa diriku
Memandangi raut
keningmu
Saat kamu sibuk
mengurusi duniamu
Entah sekonyol
apa diriku saat itu
Yang kutahu
hanyalah degup kencang
Bersumber dari
hati yang paling dalam
Karena orang
baru sepertimu
Bercengkrama
denganmu membuatku nyaman
Dengan berbagai
pertanyaan dan jawaban yang kamu ungkapkan
Meskipun dengan
ungkapan yang begitu biasa saja, menurutmu
Dan luar biasa,
menurutku
Konyol sekali
diri ini
Berani-beraninya
bertanya siapa namamu
Kuliah di mana
dan semester berapa
Asli dari mana
dan rumahnya di mana
Tetapi kamu
begitu antusias dengan pertanyaanku
Bahkan dirimu
menanyakan kembali apa yang kutanyakan padamu
Bagaimana bisa
diriku ini berbohong
Kalau aku
merasa tidak nyaman denganmu
Hingga pada
akhirnya
Kita sampai
pada sebuah tempat
Yang merupakan
tujuan akhirmu
Dan merupakan
tanda perpisahan kita, kala itu
7 Maret 2023
Pondok Pesantren Darun Nun Kota Malang







