BENCANA ALAM DIMANA-MANA, APA YANG HARUS DILAKUKAN?

sumber : jurnal institut sepuluh november


Oleh : Satria Yudha Pradansa

            Musim hujan akan berlalu. Sudah banyak berita banjir
bermunculan di berbagai media, mulai dari banjir di Malang Selatan, Blitar dan
masih banyak lagi. Di musim hujan seperti ini haruslah kita waspada. Karena
dengan adanya intensitas hujan yang tinggi dapat menyebabkan bencana alam entah
itu banjir ataupun tanah longsor yang keduanya  seringkali berakibat
hilangnya harta benda, mata pencaharian, kerusakan lingkungan, sampai timbulnya
korban jiwa.

            Saat berbicara tentang banjir, sebenarnya apa sih yang
menjadi penyebab banjir? Banyak sebenarnya penyebab terjadinya banjir. Mungkin,
menurut pendapat orang awam banjir disebabkan karena resapan air terganggu atau
tidak adanya selokan. Padahal tidak hanya itu yang menyebabkan terjadinya
banjir. Masyarakat sekitar yang membuang sampah sembarangan juga penyebab
terjadinya banjir. Kok bisa? Sampah yang dibuang ke sembarangan tempat terutama
di sungai akan mengakibatkan aliran sungai tersumbat. Jika dibiarkan begitu
saja, maka sampah akan menumpuk, dan ketika hujan air sungai meluap semakin
tinggi dan terjadilah sebuah bencana berupa banjir.

            Lalu, bagaimana dengan pohon-pohon di hutan? Bukankah
mereka berfungsi untuk menjadi resapan air ketika hujan? Benar, pohon memiliki
fungsi sebagai resapan air ketika curah hujan tinggi. Tapi apakah kalian tahu,
di zaman sekarang ini banyak sekali manusia yang menebang pohon sembarangan,
tanpa menanam Kembali pohon yang baru. Hanya manusia bodoh yang melakukan
keinginannya tanpa mengetahui dampaknya.

            Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki
resiko bencana alam terbesar. Tahukah kalian apa yang diperlukan oleh
Indonesia? Benar, Indonesia perlu adanya managemen penanganan bencana. Tahukah
kalian apa itu? Managemen penanganan bencana merupakan kegiatan yang
berkesinambungan untuk pengendalian dampak bencana, dan untuk mengatasi dampak
bencana di lingkungannya. Hal tersebut dilaksanakan sejak sebelum bencana, saat
bencana terjadi, dan setelah bencana dalam rangka mencegah, mengurangi dan
mengatasi dampak bencana yang ditimbulkan. 

            Dalam bencana alam, pastinya juga dibutuhkan tanggap
darurat bencana. Apa itu? Tanggap darurat bencana yaitu Tindakan yang diambil
secara cepat ketika terjadinya bencana. Terdapat 4 tahap tanggap darurat
bencana yaitu Rehabilitasi, Rekonstruksi, Kesiapsiagaan Bencana, dan Mitigasi.
Kata yang asing dan jarang didengar. Pasti dalam benak kalian, Apa sih
itu? 

            Tanggap darurat bencana terbagi menjadi 4 tahap, yaitu
Rehabilitasi, Rekonstruksi, Kesiapsiagaan bencana, dan Mitigasi. Tahukan kalian
keempat tahap itu? Untuk mengetahui tahap tersebut, perhatikan artikel ini.
Tahap yang pertama yaitu Rehabilitasi. Pasti kalian pernah mendengar entah itu
dalam obrolan dengan teman. Contohnya, wah si A kayaknya perlu direhabilitasi.
Atau dari kalian menyebut rehabilitasi yaitu pemulihan. Tetapi dalam bencana
rehabilitasi merupakan kegiatan untuk membantu korban bencana supaya Kembali
pada kehidupan normal. Misalnya, renovasi atau perbaikan sarana-sarana umum,
perumahan dan tempat penampungan sampai penyediaan lapangan untuk memulai hidup
baru.

            Lalu tahap yang kedua yaitu Rekonstruksi. Dalam bencana,
rekonstruksi diartikan sebagai kegiatan untuk mengembalikan situasi di
masyarakat supaya Kembali seperti sebelum terjadinya bencana. Misalnya seperti
pembangunan infrastruktur, menghidupkan akses sumber ekonomi, perbaikan
lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. 

            Ditahap yang ketiga terdapat kesiapsiagaan bencana. Apa
itu? Manusia harus siap menghadapi bencana. Hampir benar, kesiapsiagaan bencana
merupakan upaya yang memungkinkan masyarakat (individu, kelompok, atau
organisasi) supaya dapat mengatasi bahaya peristiwa alam, melalui pembentukan
struktur dan mekanisme tanggap darurat yang sistematis. Tujuan dari
kesiapsiagaan bencana sendiri yaitu untuk meminimalkan korban jiwa dan
kerusakan sarana-sarana pelayanan umum.  Contoh daripada kesiapsiagaan
bencana seperti formulasi rencana darurat bencana, pengelolaan sumber-sumber
daya masyarakat, dan pelatihan warga di lokasi rawan bencana.

            Tahap yang terakhir yaitu Mitigasi. Ada yang tau
Mitigasi? Jadi, mitigasi merupakan Tindakan yang dilakukan mulai awal dalam
menghadapi peristiwa alam dengan mengurangi dampak peristiwa alam tersebut
terhadap kelangsungan hidup manusia dan lingkungan hidupnya. Mitigasi dapat
dilakukan seperti pembangunan penahan banjir atau ombak, penanaman pohon bakau,
penghijauan hutan, dan system peringatan dini. Itulah tadi empat tahap tanggap
darurat bencana. Untuk kalian yang berada dilingkungan rawan bencana diharapkan
waspada dan tetap tenang. Jaga lingkungan supaya tidak terjadi bencana yang
merugikan banyak pihak. Semoga bermanfaat, sampai jumpa pada artikel-artikel
selanjutnya.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp