Oleh Rafi’ Alra
Untuk kesekian,
kita dipertemukan dijalan buntu
Arah mana kala
ingin dituju
Tak sampai di situ,
kembali mundur seakan itu suatu hal yang tabu
Mungkin
melangkah bukan suatu yang perlu
Ada asa di balik
cerita
Kembali mengenang
tentang sesuatu yang takkan jadi realita
Kenapa terlalu
cepat berputus asa
Sehingga tak
tahu akhir dari sebuah cerita
Kita terlalu
berani memilih mundur
Karena terlalu
khawatir akan kecewa
Padahal gagal
bukan akhir dari sebuah ikhtiar
Seperti seorang
pecundang yang menjengkelkan
Tiga tahun
segera berlalu
Kejelasan tak
tentu dan tak pasti
Keberanian tak
kunjung hadir
Berakhir mundur
sebelum tahu rasa kecewa
Agustus pergi
untuk kesekian
Meninggalkan
keputusasaan yang mendalam
Terhimpit oleh
ketidakberanian
Lalu tenggelam
semakin dalam
Selasa, 31 Agustus 2021
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
