KELOPAK TAK BERTUAN

Oleh: Syifaul Fajriyah

 

Tanjakan demi tanjakan ku lewati

Tikungan demi tikungan ku susuri

Bumi pun berubah menjadi jejak kaki

Untuk meraih impian yang hampir mati

 

Tak henti kaki melangkah

Jika lelah, surat yang lusuh ku buka

Ada kata pembangkit asa

Dari sosok yang ku panggil bunda

 

Tenang dan tegar, dibalik wajah yang sepuh

Hati yang kuat tapi sesungguhnya rapuh

Mengeluh hampir mustahil terdengar pecah

Tapi bagi tuhan, sudah menjadi munasabah

 

Ku hampir tiba dengan lari yang tergesa-gesa

Sayangnya, bendera kuning menyambut Ananda

Dengan lambaian dan iringan tangisan
keluarga

Ku coba tegar, namun arus pun ikut membawa

 

Jejak kaki itu telah terhapus rintik hujan

Surat lusuh yang telah menjadi warisan

Pembangkit asa telah meredup perlahan

Dan kini impian itu sudah tak bertuan 

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp