Jalan terjal menikam di sudut muka
Bukan menyoal dari rambu angka
Bukan pula cerita rimbun jenaka
Tapi beraneka cita dan luka
Jika daku bertanya tentang hidup
Bertanyalah kepada angin yang
bertiup
Atau kusuma yang mulai kuncup
Seberapa penting aroma yang kau
hirup
Sisa dedaunan kering menyingkap jalan
Mohon izin sedikit mengabaikan
Walau tak mengisruh angan
Ini tentang sebuah kesungguhan
Bebatuan kecil menyelimuti aspal
Sudah terbiasa dengan kebal
Kabut menutup mempertebal
Ke mana saja yang menaungi moral
Guguran asa menghembus begitu saja
Lantas terhapus sisa durja
Bukan begitu saja tersengaja
Sedemikian rupa memang dari maharaja
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Author
Post Views: 5
