Oleh: Alvian Izzul Fikri
Aku tak dapat membenarkan diri,
Terkadang aku dapat terlihat sebagai
Manusia yang paling bahagia di bumi
Kenyataannya banyak kesedihan di dalam hati
Yang tidak dapat dijelaskan secara harfi,
Adalah cedera yang tak kunjung terobati
Dan pada setiap saat ketika,
Sepi yang berkunjung tanpa ada petanda
Di dalam relung hati ini
Banyak soal yang tak kunjung terjawab
Tentang cinta yang tak berbalas,
Cerita yang berakhir duka
Pelukan yang tak diberikan,
Sedangku malam tak berbulan,
Sesuatu itu telah dating dengan nyata
Menghancurkan perunggu hati,
Cinta bertepuk sebelah tangan,
Kau lukiskan kata dalam malam
Terang, dengan tulisanselamat tinggal
Yang merobohkan tangga perjalanan
Yang menghilangkan arah perjalanan
Dan pada akhirnya kita berpisah di perjalanan
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Author
Post Views: 6
