“Pulang Sebentar, Pergi Kembali”
Oleh Salsabila farannisa khasan
Libur semester adalah waktu yang paling aku tunggu karena biasa pulang ke rumah dan berkumpul bersama orang tua. Setelah begitu lama sekitar 1 tahun jauh dari rumah karena kuliah, akhirnya aku bisa menghabiskan waktu dengan orang tua. Namun, waktu begitu terasa cepat. Baru sekitar 1 bulan di rumah, aku sudah harus kembali ke tempat kuliah meskipun libur semester sebenarnya belum berakhir.
Hari keberangkatan pun semakin dekat. Aku mulai menyiapkan barang-barang dengan perasaan yang campur aduk. Di satu sisi, aku harus kembali karena ada urusan yang harus diselesaikan. Di sisi lain, rasanya masih ingin lebih lama berada di rumah bersama orang tua.
Sebelum berangkat, aku berpamitan kepada orang tua. Orang tuaku selalu bilang “ Belajar seng tenanan” kata-katanya selalu menyentuh hatiku dan ketika kata itu diucapkan aku selalu ingin menangis, tetapi harus aku tahan.
Perjalanan pun dimulai. Dalam perjalanan, aku mulai merasa rindu. Aku teringat ketika dirumah kita selalu makan sepiring bertiga, karena ketika aku merantau orang tuaku selalu makan sepiring berdua.
Namun, aku sadar bahwa ada tanggung jawab yang harus aku jalani. Meskipun harus kembali lebih awal dan berjauhan lagi dengan orang tua, aku mencoba untuk tetap semangat.
Ketika perjalanan didalam kapal aku sendiri, karena memang berangkat sendiri dan aku tidak mempunyai teman selama perjalanan. Disitu aku keluar dari pintu kapal untuk melihat pemandangan yang membuat rindu perjalanan dengan kapal yang menyeberangi lautan, gunung-gunung yang indah saat dipandang.
Perjalanan itu mengajarkanku bahwa menjadi mahasiswa berarti harus siap meninggalkankenyamanan rumah demi menjalankan tanggung jawab dan harus belajar mandiri.



