Malang Tak Lagi Sama

Malang Tak Lagi Sama

Oleh Mahrotul Fithonah

Malang masih menyimpan dingin dilipatan malamnya,

Lampu-lampu masih menyala hingga malam menua,

Hujan masih jatuh dengan cara yang sama,

Pelan, lalu tiba-tiba membasahi kenangan.

 

Hanya saja, Ada yang telah selesai tanpa benar benar ingin usai.

Dulu,, ada langkah-langkah yang saling menyusul,

ada tawa yang pecah disela kesibukan,

ada cerita yang tak pernah selesai meski malam berkali mengingatkan pulang,

 

Kita pernah menjadi sekumpulan manusia yang menyulam hari,

Merajut tawa, menenun lelah, dan mengikat cerita.

Empat Tahun rupanya terlalu singkat bagi mereka yang ingin menetap.

Kini, Satu persatu benang ditarik pulang, membawa kenangan yang tak terlupakan,

 

Sementara Malang?? tetap pada dirinya

Jalanan masih ramai, lampu-lampu masih menyala,

Malamnya masih menyimpan dingin yang sama.

Hanya saja, kita rak lagi berjalan dengan arah yang sama.

 

Karena pada dasarnya

Yang membuat sebuah kota terasa seperti rumah, bukanlah jalan-jalannya,

Melainkan orang-orang yang pernah menyulam langkah bersama di dalamnya.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp