Belajar Itu Ada Seninya

Oleh: I Gede Adhitya S.W

Pernah nggak sih?, kalian sebagai mahasiswa merasakan sedih yang mendalam karena mendapatkan tugas dari dosen, yang nggak kira-kira banyaknya dan Tingkat kesulitanya itu diatas rata-rata, bahkan disetiap mata kuliah pasti ada aja tugasnya, entah itu membuat makalah, artikel, laprak (Laporan praktek), ataupun berupa resume. Dan sebagai mahasiswa gen z pastinya tidak mau ambil pusing, “lebih baik ngopi dulu atau healing dulu nggak sih, bisalah kerjain nanti,” itulah kalimat yang sering keluar dari mayoritas teman-teman mahasiswa ambis yang impian dan cita-citanya dikampus ingin menambah relasi, mencari pengalaman, lulus dengan IPK cumlaude, jadi ketua Bem atau Dema, dan apalagi jadi asdos. Dan setelah melakukan pendekatan eksekusi tugas melalui pendekatan menunda-nunda tugas, hari demi hari, minggu demi minggu mulai berlalu dan akhirnya tibalah H-1 deadline tugas menyerang. Maka disitulah seorang mahasiswa ambis mengambil teknik pendekatan SKS (Sistem kebut semalam). Dikutip dari Kumparan.com, fenomena sistem kebut semalam merupakan peristiwa Dimana seseorang mengerjakan suatu tugas dalam waktu singkat atau semalam sebelum deadline pengumpulan.

Lalu apa dampak maupun pengaruh pendekatan SKS ini pada Kesehatan fisik, mental dan efektivitas belajar. Dikutip dari halodoc.com pendekatan SKS ini berdampak negatif pada diri kita, seperti Kurang tidur, mememori jangka pendek, Tingkat stress tinggi, penurunan daya tahan tubuh. Hal ini dikarenakan sistem kerja dari SKS itu sendiri yang lebih cenderung menyelesaikan segala permasalahan secara instan, sehinnga tubuh dan pikiran dipaksa untuk berkerja ekstra untuk mencapai target yang kita inginkan dalam waktu yang singkat. Dikutip dari Mahasiswaindonesia.Id, Pendekatan SKS jika diterpakan dalam dunia perkulihan juga memiliki dampak pengaruh yang buruk.  Mahasiswa yang memiliki kebiasan dalam belajar materi ujian dan mengerjakan tugas dengan teknik pendekatan SKS ini. Cenderung menunda-nunda belajar dan mengerjakan tugas, sehingga mahasiswa tersebut akan mengalami ketergantungan pada tekanan waktu tertentu. Yang mana hal ini dapat menciptakan kebiasaan belajar yang tidak teratur dan berkelanjutan.

Maka dari itu sebagai mahasiswa yang ambis dan berprestasi, maka perlunya mengatur jadwal belajar dan tugas yang baik, Adapun Teknik pendektan belajar yang lebih efisien dan efektif selain SKS dikutip dari executive-education.id, terdapat 7 teknik belajar yang dapat diterapkan setiap hari, 1) Teknik Pomodoro (Manajemen Fokus), pada Teknik belajar ini  bertujuan untuk melatih otak untuk focus dalam interval pendek akan tetapi tetap intens, berikut cara mengaplikasikanya: a) Pilih satu materi spesifik (ex: Bab 1 matematika), b) Atur timer selama 25 menit, c) Fokus sepenihnya tanpa gangguan, d)Saat timer berbunyi, istirahat selama 5 menit, e)Ulangi siklus ini dalam 4 kali, kemudian istirahat Panjang 15-30 menit. Kemudian terdapat Teknik belajar 2) Active Recall (Berhenti Membaca, mulailah mengingat, yang mana pada Teknik ini memfokuskan pada sistem membaca secara berulang dan kemudian memahami dan menyimpulkan bacaan yang telah dibaca berulang sebelumnya. 3) Space Repettion (Melawan Kurva Lupa), pada konsep pembelajaran ini memfokuskan pada pengulangan materi-materi yang perlu dikuasi dan dipelajari. 4) Metode Feynman(Jelaskan seperti pada anak kecil), pada metode belajar ini lebih memfokukan penguasan materi dengan melakukan simulasi penjelasan kepada anak kecil.5) Blurting Method (Uji Pemahaman secara cepat), pada metode belajar ini lebih menekankan pada penulisan semua materi yang telah dipelajari kedalam buku atau kertas, kemudian dilakuak penyesuiaan antara buku sumber materi dengan buku atau kertas hasil tulisan kita. 6)Mind Mapping, pada metode belajar ini menggunkan media peta konsep berdasarkan hal-hal penting dari materi yang telah kita pelajari. 7) Optimalisasi lingkungan belajar, metode belajar ini lebih menekankan pada pengelolaan lingkungan atau tempat belajar yang kondusif.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp