Empat Jam yang Tak Mengubah Takdir, Namun Tak Juga Sia-Sia

Empat Jam yang Tak Mengubah Takdir, Namun Tak Juga Sia-Sia

Oleh Mahrotul Fithonah

Empat jam, kita duduk saling berhadapan

dengan kepala yang dikata sama sama penuh

serta masa depan yang sama sama belum tentu

tidak ada yang benar-benar punya jawaban

Tetapi kita terus mencari kemungkinan

seolah dengan membicarakannya cukup lama

hidup akan sedikit lebih mudah dibaca

meski tak pernah benar benar sederhana.

Kita bercerita tentang jalan yang masih buntu

tentang pintu yang masih tertutup

tentang ingin yang sering kali bertabrakan dengan keadaan

Sesekali kita tertawa,

seolah masa depan bukan sesuatu yang perlu ditakuti

sesekali kita diam,

sebab ada kegelisahan yang tak membutuhkan kata.

Lalu entah sejak kapan percakapan ini menemukan arahnya??

yang semula hanya menjadi pertanyaan

sedikit demi sedikit menemukan kemungkinan

Yang tadinya tak terlihat, mulai bisa dibayangkan.

Bukan jawaban yang langsung menjadi kenyataan

bukan pula kepastian yang mengubah takdir Tuhan

hanya sebuah arah yang kini perlahan mulai terbayangkan

sebab jawaban tak selalu datang sebagai kepastian.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp