Cerita Tentang Kita
Oleh Salsabila Farannisa Khasan
Aku sempat bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Apakah aku melakukan
kesalahan? Apakah dia sudah tidak ingin mengenalku lagi? Banyak pertanyaan muncul dikepalaku, tetapi tidak satu pun mendapatkan jawaban.
Yang membuat semuanya semakin sulit adalah kami masih tinggal di lingkungan yang sama.
Suatu hari, ketika aku pulang ke rumah, aku tidak sengaja bertemu dengannya. Setelah sekian lama tidak bertemu, aku sempat berpikir mungkin kami akan berbicara dan akhirnya menjelaskan semuanya.
Kalau mengingat masa kecil, ada satu nama yang selalu muncul dalam ingatanku. Seseorang yang awalnya hanya teman biasa, tetapi perlahan menjadi bagian dari cerita yang tidak pernah benar-benar selesai.
Semuanya dimulai ketika aku kelas 4 SD. Saat itu, aku dan dia sebenarnya belum terlalu dekat. Hanya dua anak yang sering bertemu dan sesekali bermain bersama. Suatu hari, karena sebuah kejadian kecil, kami mulai sering berbicara. Dari yang awalnya hanya saling menyapa, lama-lama kami menjadi lebih akrab.
Waktu terus berjalan. Kami melanjutkan sekolah ke SMP yang sama. Di sinilah hubungan kami mulai berbeda. Seperti cinta-cinta anak kecil di waktu sekolah. Rasanya sederhana, tetapi menyenangkan. Aku tidak pernah tahu sejak kapan perasaan itu berubah. Yang aku tahu, kehadirannya mulai menjadi sesuatu yang kutunggu. Di setiap harinya aku bertemu dengannya karena kita satu kelas. Teman-teman sekolahku pun sudah banyak yang tahu tentang kita.
Hari-hari di SMP terasa begitu cepat. Ada banyak cerita, tawa, bahkan pertengkaran kecil yang akhirnya membuat kami semakin mengenal satu sama lain. Aku berpikir, mungkin hubungan ini akan terus berjalan meskipun nanti kami sudah tidak satu sekolah.
Namun, ternyata aku salah.
Kami masuk SMA. Tetapi kami berbeda sekolah. Sejak itu kita sudah jarang berkomunikasi. Kami sudah tidak berkomunikasi seperti sebelumnya. Dia mulai berubah. Karena di sekolah baru dia berbeda dengan aku, ada banyak cewek yang suka pada dirinya. Di waktu awal-awal SMA pun dia sudah memiliki girlfriend. Di situlah pesanku semakin sering tidak dibalas. Sampai suatu hari, dia benar-benar menghilang begitu saja.
Tidak ada penjelasan.
Tidak ada ucapan selamat tinggal.
Aku sempat bertanya kepada beberapa orang tentang dirinya, tetapi tidak ada jawaban yang benar-benar membuatku mengerti. Yang paling membuatku bingung adalah bagaimana seseorang yang dulu begitu dekat bisa tiba-tiba menjadi seperti orang asing.
Hari-hari berikutnya terasa aneh. Aku sering membuka percakapan lama kami, membaca kembali pesan-pesan yang sebenarnya sederhana. Sesekali aku tersenyum mengingat kejadian lucu yang pernah kami lalui. Tetapi setelah itu, muncul pertanyaan yang sama.
“Kenapa kamu pergi tanpa bilang apa-apa?”
Aku marah, kecewa, sekaligus rindu. Namun, aku juga sadar bahwa aku tidak bisa memaksa seseorang untuk tetap tinggal.
Waktu akhirnya berjalan. Aku mulai belajar menerima bahwa tidak semua orang yang hadir dalam hidup kita akan tinggal sampai akhir. Ada yang datang untuk menemani sebagian perjalanan, kemudian pergi tanpa sempat memberikan alasan.
Bertahun-tahun kemudian, aku masih mengingat cerita tentang kami. Bukan karena aku ingin kembali ke masa lalu, tetapi karena cerita itu pernah menjadi bagian penting dari hidupku. Mungkin sampai sekarang aku tidak pernah tahu alasan dia menghilang. Mungkin memang ada hal yang tidak pernah bisa aku pahami.
Aku sempat bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Apakah aku melakukan kesalahan? Apakah dia sudah tidak ingin mengenalku lagi? Banyak pertanyaan muncul di kepalaku, tetapi tidak satu pun mendapatkan jawaban.
Yang membuat semuanya semakin sulit adalah kami masih tinggal di lingkungan yang sama.
Suatu hari, ketika aku pulang ke rumah, aku tidak sengaja bertemu dengannya. Setelah sekian lama tidak bertemu, aku sempat berpikir mungkin kami akan berbicara dan akhirnya menjelaskan semuanya. Ternyata setelah kita bertemu, atau sekadar berpapasan, menyapa pun tidak.
Karena pada akhirnya, cerita tentang kita bukan hanya tentang bagaimana kita bertemu atau bagaimana kamu pergi.
Cerita tentang kita adalah tentang dua orang yang pernah begitu dekat, kemudian berjalan ke arah yang berbeda, tetapi tetap menyimpan satu cerita yang tidak akan pernah benar-benar hilang.





