TEKNIK POMODORO

Oleh: Ahmad Fakhri Fauzan

Teknik Pomodoro merupakan salah satu metode manajemen waktu yang digunakan untuk membantu seseorang mengatur waktu belajar atau bekerja agar lebih teratur dan efektif. Metode ini diperkenalkan oleh Francesco Cirillo pada akhir tahun 1980-an. Nama “Pomodoro” berasal dari bahasa Italia yang berarti “tomat”, karena pada saat mengembangkan metode ini, Cirillo menggunakan alat pengatur waktu berbentuk tomat. Meskipun sederhana, teknik Pomodoro banyak digunakan oleh pelajar, mahasiswa, pekerja, dan siapa saja yang ingin meningkatkan konsentrasi serta mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan.

Pada dasarnya, teknik Pomodoro membagi waktu kerja atau belajar menjadi beberapa sesi pendek yang diselingi dengan waktu istirahat. Umumnya, satu sesi terdiri atas 25 menit fokus bekerja atau belajar, kemudian dilanjutkan dengan istirahat selama 5 menit. Setelah melakukan empat sesi, seseorang dapat mengambil waktu istirahat yang lebih panjang, sekitar 15–30 menit. Pembagian waktu tersebut bertujuan agar seseorang dapat mempertahankan konsentrasi tanpa merasa terlalu lelah.

Penerapan teknik Pomodoro cukup mudah. Langkah pertama adalah menentukan tugas yang ingin diselesaikan. Tugas tersebut sebaiknya dibuat secara jelas dan spesifik, misalnya membaca materi kuliah, mengerjakan tugas, menulis makalah, atau mempelajari kosakata bahasa Arab. Setelah menentukan tugas, atur waktu selama 25 menit dan mulai mengerjakannya dengan fokus. Selama waktu tersebut, seseorang sebaiknya menghindari gangguan seperti membuka media sosial, bermain gim, atau melakukan aktivitas lain yang tidak berhubungan dengan tugas. Setelah waktu 25 menit selesai, gunakan waktu 5 menit untuk beristirahat.

Setelah istirahat, sesi belajar dapat dimulai kembali. Pola tersebut dilakukan secara berulang hingga mencapai empat sesi. Setelah empat sesi selesai, istirahat yang lebih panjang diperlukan agar tubuh dan pikiran dapat kembali segar. Dengan demikian, kegiatan belajar tidak dilakukan secara terus-menerus tanpa jeda, tetapi memiliki pola yang jelas antara waktu fokus dan waktu istirahat.

Teknik Pomodoro memiliki beberapa manfaat. Pertama, metode ini dapat membantu meningkatkan konsentrasi karena seseorang hanya perlu memusatkan perhatian dalam waktu yang relatif singkat. Kedua, metode ini dapat membantu mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan. Ketika sebuah tugas terasa berat, membaginya menjadi sesi 25 menit dapat membuat tugas tersebut terasa lebih mudah untuk dimulai. Ketiga, teknik ini membantu seseorang mengetahui bagaimana waktu digunakan sehingga pekerjaan dapat direncanakan dengan lebih baik. Selain itu, adanya waktu istirahat dapat membantu mengurangi kelelahan akibat belajar atau bekerja terlalu lama.

Walaupun memiliki banyak manfaat, teknik Pomodoro tidak harus diterapkan secara kaku. Setiap orang memiliki kemampuan konsentrasi dan jenis pekerjaan yang berbeda. Beberapa tugas mungkin membutuhkan waktu fokus lebih panjang, sehingga durasi 25 menit dapat disesuaikan, misalnya menjadi 30, 45, atau 50 menit. Hal yang paling penting adalah mempertahankan prinsip utama metode ini, yaitu membagi pekerjaan menjadi beberapa periode fokus yang diselingi dengan waktu istirahat.

Dengan demikian, teknik Pomodoro merupakan metode sederhana yang dapat membantu mengatur waktu, meningkatkan fokus, dan membuat kegiatan belajar atau bekerja menjadi lebih terarah. Penerapannya yang mudah membuat metode ini dapat digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Jika dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan kebutuhan, teknik Pomodoro dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kebiasaan belajar yang lebih disiplin dan produktif.

 DAFTAR PUSTAKA

Affandi, G. R., Hadi, C., Fardana, N. A., & Rahman, M. N. B. A. (2025). Adaptation and validation of the Achievement Emotions Questionnaire Academic Boredom Subscale in Indonesian Islamic boarding schools. Islamic Guidance and Counseling Journal, 8(2).

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp