GEMURUH YANG DISEMBUNYIKAN
Oleh Aliviatul ‘Azizah
Ada gemuruh yang tinggal dalam diam,
ada resah yang tumbuh tanpa suara,
tak semua riuh harus menjadi kelam,
tak semua sunyi berarti tiada apa-apa.
Ada yang tersenyum meneduhkan hari,
meski hatinya masih penuh tanya,
ada yang melangkah perlahan sekali,
sembari belajar percaya pada jalannya.
Mungkin kita hanya sedang belajar,
menemukan tenang di antara ragu,
sebab setiap hati punya cara bersabar,
dan setiap langkah punya waktunya sendiri untuk maju.
Tak perlu tahu seluruh cerita,
dari wajah yang tampak baik-baik saja,
barangkali ia pun sedang menjaga,
gemuruh yang tak sempat ia ceritakan kepada siapa-siapa.
Sebab kita semua, pada akhirnya,
pernah takut pada sesuatu yang berbeda,
namun tetap memilih berjalan juga,
meski perlahan, meski dengan hati yang masih bertanya.




