Dinda Novita Sari
Akan ku
ceritakan ceritaku bersamanya yang tak akan pernah lagi bisa ku ulangi karena
jarak yang memisahkan dan tak akan pernah bisa ku tembus. Di sini di lorong
panjang yang berhiaskan puluhan ikan yang menjadi saksi bahwa aku dan dia perah
menjadi kita sebelum takdir memisahkan. Ia sosok pertama yang telah mencairkan
hati ini yang telah lama beku, yang membuatku kembali percaya bahwa tak semua
orang itu jahat.
Di Lorong ini aku seakan melihatnya berada di ujung
dengan senyumanya yang menawan tengah menantiku berlari padanya dan menyambut
tangan ini untuk ia genggam. Lalu kami akan berjalan dengan bergandeng tangan
merangkai mimpi indah di masa depan. Tapi mimpi itu tak pernah menjadi nyata,
karena nyatanya sekenario Tuhan lebih indah dari yang hamba-Nya rangkai.
Masih teringat oleh ku di Lorong ini ia berkata
“jangan pernah menangis saat aku tak ada di sisimu karena aku tak bisa
menghapus air matamu” lalu bagaiaman saat air mata ini menetes karenanya, siapa
yang akan mengusapnya. Bolehkah aku mengatakan bahwa ia sangata jahat dan egos.
Ia membuat mata ini menangis dan tak akan pernah lagi mengusapnya.
Ia telah pergi untuk selamanya, meninggalkan ku
dengan ribuan mimpi yang terangkai untuk menghadap sang penciptanya. Aku tak tahu
harus bagaimana saat itu seolah takdir tengah bermain-main denganku. Hati yang
baru saja sembuh harus kembali terluka dengan kenyataan yang ada. Aku tak tahu
harus melakukan apa saat itu, jika saja aku bisa memilih maka biarkan aku saja
yang pergi jangan dia.
Ia pernah berkata padaku “takdir Tuhan itu indah dan
penuh dengan teka-teki. Maka janganlah kamu bersedih saat Tuhan memberimu
ujian. Karena mungkin Tuhan tengah menyiapkan kejutan yang begitu indah untuk
mu”. Yah, mungkin saja ini ujian bagiku untuk sebuah kejuatan yang indah.
Perlahan aku mencoba untuk mengihklaskan
kepergianya, berharap di sana ia akan bahagia karena aku telah mengihkalskanya.
Maka Tuhan jagalah ia di sana untuk ku dan pertemukanlah kami kembali suatu
saat nanti.
Pondok Pesantren Darun Nun Malang







