Oleh: Bagus Isnu H
Setiap langkah kepergian mu mendatangkan badai kerinduan
Setapak kakimu yang berlumur pasir, menghamburkan debu; membawa isakan tangis mendadak
Tak mengerti pun apa maksud tatapan mu; yang lesuh, seperti banyak kenangan
Maksud.. mengapa elok tubuh mu seolah tetap dalam pusaran kiblat, seperti tiada kemungkaran
Lagi-lagi dan lagi-lagi
tanda tanda itu kau hadirkan
Bibirmu bergetar yang ingin menyuarakan isi dari lubuk terdalam mu
Dan lagi-lagi
Timbul lagi, letak kelemahan peminum kopi yang tanpa memahami esensi
Aku ingin berkisah.. dengarkan..
Disetiap persiapan pasti ada pembubaran
Disetiap pembukaan menghadirkan pengakhiran
Disetiap penampilan mebawakan maksud dan tujuan
Dan disetiap bentuk perjuangan akan merajut kesuksesan
Dan pada segala tindak tanduk itu menimbulkan badai kecil hingga besaran
Jangan risau.. wa-hai..
Pusaran air laut takkan pernah menghanyutkan sehelai rambut mu
Badai topan takkan mampu meng ombang ambingkan pijakan kakimu
Pun rayuan dajjal takkan menggeser rasa keimananmu
Sekalipun kau-aku yakin
Pastikan, wujudkan tanpa ada keraguan
Toleransi yang lalu
Idealiskan yang datang
Segalanya butuh pengorbanan
Dan segalanya membawa tangis isakan
Goreskan tinta emas dilembar jawaban
Source image: Republica.co.id
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Author
Post Views: 6
