Oleh: Muflikhah Ulya
Jangan memaksaku menghadapi monster kehilangan
Disaat timbunan kenangan dan sayatan rindu menyebabkan luka semakin dalam
Peperangan belum usai
Aku terdiam dalam kastel megah beratap harapan
Kututup gerbang, dan menguncinya dengan gembok keyakinan
Kubangun benteng setinggi langit agar tembakan tak lagi kurasakan
Lalu
Saat heningnya malam menyapa
Saat ilalang menjulang mengalahkan angan
Saat kunang-kunang berterbangan menerobos gelapnya kegagalan
Saat detik itu pula aku tau
Hatiku tak lagi utuh
Malang, 3 November 2020
Pondok Pesantren Darun Nun







