REVIEW FILM “SAJEN”

Oleh : Meisya Eva Natasya

 

Judul
              : Sajen

Sutradara
        : Hanny Saputra

Produksi
         : Starvision Plus

Produser
         : Chand Parwez Servia, Faiz
Servia

Penulis
            : Haqi Ahmad

Tanggal
liris     : 3 Mei 2018

Durasi
             : 1:32:40

Bahasa
            : Indonesia

 

Film Sajen ini di sutradarai oleh sutradara handal yaitu Hanny
Saputra. Film ini bercerita tentang adanya 3 Sajen di SMA Pelita Bangsa adalah
sebuah misteri. Desas desus mengatakan sajen tersebut merupakan upaya sekolah
menenangkan arwah siswa yang bunuh diri karena menjadi korban bullying. Alanda
berusaha memutus rantai bullying di sekolah. Berbeda dengan siswa lain yang
pasrah saat Bianca, Devi dan geng popular berlaku seenaknya, Alanda berani
melawan. Misi Alanda  membuat 2
sahabatnya, Riza dan Keyra cemas. Di suatu malam, Alanda dijebak. Karena
despresi, Alanda memutuskan bunuh diri. Kemarahan Alanda membuat arwahnya tidak
tenang dan mendorongnya membalas dendam ke orang-orang yang telah
menghancurkannya.

Sajen memiliki lingkungan cerita yang menarik. Sebuah sekolah
menengah atas yang bergengsi, muridnya yang kece-kece, tajir, ruang computer
yang lengkap, perpustakaan, wc nya seperti wc yang di bioskop, bangku siswa dan
kursi empuk seperti dikantoran (bisa muter-muter). Namun ditengah-tengah itu
semua, ditemukan sesajen-sesajen tradisional dibeberapa tempat. Tidak ada yang
boleh bertanya tentang sesajen tersebut, apalagi memindahkannya. Ternyata
sekolah ini mempunyai rahasia yang sangat besar. Banyak murid yang meninggal
bunuh diri sehingga arwah mereka tidak tenang. Demi menjaga nama baik sekolah,
pihak guru dan authorities sekolah engan menyelidiki korban bunuh diri
tersebut. Sampai akhirnya ada salah satu siswi bernama Alanda, dia  siswi penerima beasiswa yang membuat
investigasi tentang perundungan untuk memutuskan tradisi senioritas itu. Dengan
kamera peninggalan ayahnya, Alanda merekam apa yang dilihatnya disekolah yang
berisi aktivitas murud-murid disekolah yang sudah lama membuatnya geram. 

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp