TERJERAT DI RUMAH SENDIRI
Oleh: Aliviatul Azizah
Hutan yang dahulu menyimpan banyak kehidupan,
Tempat akar memeluk bumi dalam diam,
Kini nyala api menjalar menelan pepohonan,
Asap mengurung bumi, membungkam alam.
Siapa yang menyalakan api di rimba?
Siapa yang meraup untung dari luka?
Hijau dikorbankan demi angka-angka,
Sementara rakyatnya menanggung sengsara.
Burung kehilangan arah untuk pulang,
Satwa terusir dari tempat berteduh,
Asap menyelimuti langit yang malang,
Udara tercemar, napas pun rapuh.
Atas nama untung, hutan dikorbankan,
Atas nama kuasa, bumi dipertaruhkan,
Keserakahan tumbuh tanpa perasaan,
Alam membalas dalam bentuk penderitaan.
Kini kita terjerat di rumah sendiri,
Menghirup luka dari bumi yang disakiti,
Jika hutan musnah, ke mana akan berlari?
Jika rumah terbakar, di mana akan kembali?