Dalam kitab Musnad Imam Ahmad bin Hambal, diceritakan bahwa ada seorang pemuda yang disebutkan oleh Rasulullah sebagai ahli surga.Sahabat Rasul berkumpul di masjid sambil menunggu waktu sholat. Di tengah perbincangan mereka, Rasulullah hadir kemudian bergabung bersama para sahabat. Rasulullah bersabda kepada para sahabat “Akan datang seorang laki-laki ahli surga di masjid ini”.
Para sahabat bertanya “Siapakah dia wahai Rasulullah?”
Rasulullah tidak menjawab, beliau hanya tersenyum kepada para sahabat. Selang beberapa kemudian, datanglah seorang laki-laki yang menenteng sandal, wajah hingga jenggotnya basah terkena basuhan air wudhu. Beliau berjalan dengan tawadhu menuju ke dalam masjid kemudian sholat sunnah sebagaimana sahabat rasul yang lain.
Keesokan harinya Rasulullah mengulaingi sabdanya “Akan datang seorang laki-laki ahli surga di masjid ini”. Anehnya, setelah Rasulullah bersabda demikian pasti seorang laki laki tersebut datang masuk ke dalam masjid. Hingga para sahabat yakin bahwa yang dimaksud Rasul adalah laki-laki tersebut. Jika diperhatikan baik-baik, laki-laki tersebut tidak mempunyai keistimewaan dalam beribadah. Padahal banyak sahabat Rasul yang ibadah sunnahnya bermacam-macam hingga saling berlomba-lomba dalam kebaikan namun Rasulullah tidak menyebutkan bahwa mereka ahli surga.
Salah satu dari para sahabat yakni Abdullah bin Amr bin Ash ingin mengetahui apa rahasia laki-laki tersebut hingga Rasul menyebutkan dia ahli surga. Abdullah bin Amr meminta izin kepada laki-laki tersebut untuk menginap di rumahnya selama 3 hari. Kemudian tanpa disangka, laki-laki tersebut mengizinkan Abdullah menginap di rumahnya. Abdullah dalam hatinya mengatakan “Mengapa laki-laki ini mengizinkan aku menginap di rumahnya? Padahal aku sama dia belum pernah kenal sebelumnya. Apakah dia tidak takut dengan orang asing yang ingin menginap di rumahnya? Bisa saja aku merampok semua harta bendanya, bisa juga aku akan membunuhnya.”
Selepas sholat Isya berjamaah, laki-laki tersebut pulang bersama Abdullah menuju rumahnya. Abdullah langsung masuk ke dalam kamarnya yg telah disiapkan. Dalam benaknya muncul pertanyaan “Apakah dia benar ahli surga? Apakah dia memang benar orang sholeh? Amalan apa yang biasa dia lakukan?” karena pertanyaan terus muncul dari benaknya dia mengintip dari pintu kamarnya. Dia ingin tau apa sebenarnya yang dilakukan orang laki-laki itu di malam setelah isya.
Ternyata Abdullah melihat laki-laki tersebut tidur pulas sebagaimana orang biasanya. Kemudian Abdullah pun juga tidur. Karena pertanyaan-pertanyaan terus bermunculan dari benaknya Abdullah tidak bisa tidur. Abdullah berinisiatif akan terjaga hingga shubuh supaya tahu ibadah apa yang dilakukan laki-laki tersebut di waktu sepertiga malam.
Ketika Abdullah keluar dari kamarnya, dia tidak sengaja melihat laki-laki itu bangun dari kamarnya. Dia terus memperhatikan dengan mengendap-ngendap mendekat ke arah kamar laki-laki itu. Abdullah hanya mendengar lantunan dzikir yang lirih dari laki-laki itu. Kemudian selang beberapa lama, laki-laki itu tidur kembali.
Abdullah kaget karena si laki-laki itu tidak melakukan amalam-amalan di sepertiga malam sebagaimana para sahabat tetapi disebut ahli surga oleh Rasulullah. Menjelang shubuh Abdullah memberanikan diri untuk bertanya kepada laki-laki tersebut mengenai amalan-amalan yang dai lakukan.
“Maaf, saya ingin bertanya kepada Anda? Apakah Anda tahu bahwa Rasullah menyebut Anda sebagai ahli surga?. Lantas amalan apa yang membuatmu hingga Rasulullah bersabda demikian?
“Tidak ada amalan yang saya lakukan dengan istiqomah selain berdzikir kepada-Nya”
“Apakah hanya itu?”
“Saya tidak pernah berprasangka buruk kepada orang lain, sekalipun orang itu adalah orang asing yang belum pernah saya kenal. Saya sangat menjaga hati saya untuk tidak mempunyai niat jelek kepada orang lain dan saya selalu bersyukur dengan segala pemberian Allah meskipun sedikit.”
Abdullah tidak bisa berkata-kata lagi, dia hanya bisa diam, terharu menangis mendengar jawaban dari laki-laki itu.
Malang, 13 Oktober 2020
Pondok Pesantren Darun Nun







