MALAM MINGGUAN..? YA SHOLAWATAN AJA

Oleh: Siti Laila ‘Ainur Rohmah

     Malam Minggu
adalah hari yang ditunggu-tunggu utamanya bagi kaum pemuda untuk melakukan
kegiatan yang sering dikenal dengan istilah “malam mingguan”. Sebagian
orang menafsirkan
, persepsi malam
mingguan mengarah ke dalam hal-hal yang la yanfa’ bahkan sampai dalam
hal keburukan. Misalnya saja, pemuda-pemudi labil yang keluar malam berduaan,
nongkrong-nongkrong tidak jelas sampai perjudian bisa saja terjadi. Tetapi,
malam mingguan pun tidak selamanya dipandang negatif jika dibuat untuk
kegiatan-kegiatan positif, seperti mengaji kajian, sholawatan, diskusi bersama,
dan masih banyak hal lainnya. Pada tulisan kali ini, saya akan menceritak
an sedikit
tentang malam
Minggu versi sholawatan.
      Memembahas
sholawatan, di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah diadakan lomba festival
banjari oleh salah satu UPKM (Unit Kreativitas Mahasantri) JDFI Ma’had Jami’ah
Sunan Ampel Al-‘Aly. Acara ini dinamai Festival Banjari yang merupakan salah
satu dari serangkaian lomba dalam acara MUFI (Musabaqah Funuun Al-Islamy).
 MUFI tahun ini sudah memasuki tahun
ke-VI yang rutin diadakan oleh UPKM JDFI tiap tahunnya. Melalui wadah lomba/musabaqah
ini, para pemuda dan pemudi Indonesia beradu dalam melantunkan sholawat
atas Nabi Muhammad saw. Dengan segala upaya dan kreativitas mereka, tiap
grupnya mempunyai ciri khas masing-masing. Meskipun jika secara keseluruhan,
mendengar musik banjari monoton seperti itu. Tapi jangan heran, ketika
lama-kelamaan perpaduan musik banjari dengan lantunan sholawat ini dapat menenangkan
jiwa serta menyejukkan hati bagi pendengarnya.
Malang, 9 Maret 2020

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp