SELAMAT JALAN SUKMA

Oleh: Nurmiati Habib

Kamu itu
sajak yang terindah buatku, kamu itu pelangi dalam setiap nafasku, dan kamu itu
adalah anugrah terindah buatku. Heemmm ku menghela nafas dengan perlahan,
lagi-lagi nafas itu yang kulakukan, nafas keputus asaan. Entah apa yang
kurasakan saat ini, akupun tak tahu, apa yang aku fikirkan pun aku juga tak
tahu. Entah, semua terasa buntu bagi ku.
Semua
berawal dari sepenggal kisah yang tanpa sengaja terukir dengan sendirinya.
Kisah yang tanpa sengaja ada kamu dalam hidup ku, kamu yang mulai menyinari
dunia ku, kamu yang tanpa sengaja membuat ku menaruh hati pada mu, dan kamu
yang tanpa kusadari telah membimbingku selama ini. Entah, aku tak tahu apa yang
aku pikirkan saat itu, saat aku mulai putus asa dengan segalanya, engkau selalu
hadir waktu itu. Padahal aku masih belum sadar akan kasih sayang mu guru..
Dirimu adalah
sosok malaikat bagiku, malaikat dengan sayapnya yang paling indah nan
mempesona, ku duduk termenung menyadari perjuangan seorang dirimu. Semua
berlalu begitu saja, embun yang beku kini telah mencair kembali, hati yang
kosong telah terisi lagi. Awan pucat mulai cerah kembali, sajak itu kini
menari-nari. Hari yang penuh pelangi pun dimulai, saat aku menyadari betapa
pentingnya sebuah ilmu untuk menyusuri masa depan, sebuah ilmu agar kita tak
terjatuh berulang kali karna massa lalu, dan sebuah ilmu yang menerangi kita
dalam setiap kegelapan.
Namun
itu tak berlangsung lama, semuanya sirna dengan sendirinya. Kisah itu hilang
dengan berbagai makna, senja itu mulai kembali, dan aku hanya menjadi sajak
yang tak bermakna dalam hidupnya. Kamu itu kamu, dan kamu itu tetaplah dirimu
sendiri.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp