DESKRIPSI LATAR KUBURAN DALAM CERPEN

 Oleh: Ahmad Nasrul Maulana

Kau mungkin akan
terbelalak tatkala berjalan gontai ke ujung dusun untuk menuju ke dalam rimba. Sepetak
lahan yang nampak sesak oleh bongkahan batu berjejer rapi ditambah dengan
jutaan ilalang meninggi yang hanya dibabat saat Ramadahn hendak bertandang
saja. Pohon randu besar berdiri mendewa seakan menyambut lalangan orang yang
berkabung usai mengunjung.
Ya. . kuburan tua di
ujung desa itu sudah ada semenjak zaman Belanda menjajah. Ribuan atau bahkan
jutaan nyawa telah bersemayam diam semabari menanti peradilan tuhan. Banyak nisan
yang menghancur sebab termakan oleh lamur. Namun, semoga kubur mereka tak
sempit bak milik pelacur.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp