DESKRIPSI LATAR SAWAH DALAM CEPEN

Oleh: Saldi
Mungkin lebih berwarna dari saat ini yang ku rasakan. Waktu kecil
saat-saat manis-manisnya hidup tanpa ada masalah disertai keluguan dll.
          Masih ku ingat saat ayah
berangkat dari rumah entah mau kemana dengan pakaian yang tak seperti biasanya
disertakan di atas kepala memakai topi di bahu ada cangkul. Aku hendak
bertanya,
“Yah, ayah mau kemana ?” ujarku.
Ayahku menjawab, “aku mau ke kebun”
“Apakah aku bisa ikut ??” ujarku.
“Ya, kau boleh ikut” jawabnya.
          Berjalanlah kami hingga
sampai pada titik dimana tujuan kami sesungguhnya. Suasana indah, nyaman dan
tentram, itulah kebunku yang dihiasi dua bukit serta pepohonan yang senantiasa
bersiul memanggil burung-burung untuk menghinggapinya.
          “Ayah yang ini apa
namanya ??”
tanyaku lugu dengan menunjuk tumbuhan itu.
          “Ini namanya tumbuhan
padi, padi yang diolah menjadi beras yang kita konsumsi setiap harinya”
          “Ohh. . . ini ternyata
tumbuhan dari beras. Maha suci Allah dari segala ciptaan-Nya ya ayah ?”
          “maka dari itu, kita
mesti hendak selalu bersyukur dengan nikmat yang selalu diberikan-Nya kepada
kita (Manusia). Maka dari itu janganlah kamu gampang mengeluh dari semua yang
ditetapkan padamu ya nak !!”
          “Iya, yah”
          Duhur telah tiba, sampailah
kami kembali ke rumah, makan dan istirahat.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp