Oleh : Hany Zahrah M
Liasion Officer atau biasa kita dengar dengan sebutan LO.
Merupakan salah satu dari Event Organizer (EO) dalam sebuah acara. LO lah yang
paling bertanggung jawab atas kepentingan dan kebutuhan peserta saat acara berlangsung,
karena LO yang menjadi penghubung panitia dengan peserta. Baik tidaknya
kepanitiaan bisa dilihat oleh peserta dari LO-nya. Seorang LO harus dituntut
untuk selalu tanggap, peka, cerdas, dan dapat berpikir tepat serta yang paling
terpenting adalah sabar. Menghadapi karakteristik dari setiap orang dalam
situasi yang urgent misalnya, seorang LO tidak boleh panik. Menjadi LO tidak
lah mudah karena LO harus tahan banting, LO harus kuat berjalan mondar mandir
untuk memenuhi kebutuhan peserta yang berkaitan dengan kegiatan.
Merupakan salah satu dari Event Organizer (EO) dalam sebuah acara. LO lah yang
paling bertanggung jawab atas kepentingan dan kebutuhan peserta saat acara berlangsung,
karena LO yang menjadi penghubung panitia dengan peserta. Baik tidaknya
kepanitiaan bisa dilihat oleh peserta dari LO-nya. Seorang LO harus dituntut
untuk selalu tanggap, peka, cerdas, dan dapat berpikir tepat serta yang paling
terpenting adalah sabar. Menghadapi karakteristik dari setiap orang dalam
situasi yang urgent misalnya, seorang LO tidak boleh panik. Menjadi LO tidak
lah mudah karena LO harus tahan banting, LO harus kuat berjalan mondar mandir
untuk memenuhi kebutuhan peserta yang berkaitan dengan kegiatan.
Ada yang bilang LO itu yang penting cuma menyambut
kedatangan peserta di suatu acara. Lalu menemani mereka selama mengikuti
rangkaian acara tersebut. Intinya hanya satu, yaitu Tersenyum. Secapek apapun
kita, selelah apapun kita, jangan tunjukkan wajah cemberut ke peserta. LO juga
harus meneruskan informasi dari panitia kepada peserta dan meneruskan
pertanyaan dan komplain atau apapun terkait acara dari peserta kepada panitia.
kedatangan peserta di suatu acara. Lalu menemani mereka selama mengikuti
rangkaian acara tersebut. Intinya hanya satu, yaitu Tersenyum. Secapek apapun
kita, selelah apapun kita, jangan tunjukkan wajah cemberut ke peserta. LO juga
harus meneruskan informasi dari panitia kepada peserta dan meneruskan
pertanyaan dan komplain atau apapun terkait acara dari peserta kepada panitia.
Pengalaman saya sendiri menjadi LO adalah pas event Festival
Jazirah Arab (FJA) di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, saya menjadi LO dua
delegasi yaitu IDIA Al – Amin Prenduan dan STAI Al – Hikmah Tuban. Total
peserta dari dua delegasi tersebut adalah 11 peserta, semuanya laki-laki. Jujur
awal bertemu mereka agak canggung karena saya harus berhadapan langsung dengan
orang yang tidak saya kenal. Mengobrol dan menanyakan persiapan lomba dan
berkas-berkas. Alhamdulillah semuanya lancar.
Jazirah Arab (FJA) di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, saya menjadi LO dua
delegasi yaitu IDIA Al – Amin Prenduan dan STAI Al – Hikmah Tuban. Total
peserta dari dua delegasi tersebut adalah 11 peserta, semuanya laki-laki. Jujur
awal bertemu mereka agak canggung karena saya harus berhadapan langsung dengan
orang yang tidak saya kenal. Mengobrol dan menanyakan persiapan lomba dan
berkas-berkas. Alhamdulillah semuanya lancar.
Singkat cerita, awal pertemuan saya dengan delegasi STAI
Al-Hikmah Tuban adalah malam hari pukul 24.00 WIB. Mereka sampai di terminal
arjosari, namun saya sudah tertidur lelap karena dari sore saya menunggu kabar
tapi tidak ada respon dari pihak sana. Tepat pukul 24.00 WIB mereka sampai, dan
menelpon saya, beruntungnya masih ada teman saya di pondok yang membangunkan,
tapi sudah telat. Mereka dijemput oleh panitia lain menuju penginapan. Saya,
kholidatun, mbak nurmi, fawad, dan roychan. Turut ikut serta mengantarkan ke
penginapan. Sesampainya di penginapan mereka langsung istirahat untuk persiapan
lomba esok hari.
Al-Hikmah Tuban adalah malam hari pukul 24.00 WIB. Mereka sampai di terminal
arjosari, namun saya sudah tertidur lelap karena dari sore saya menunggu kabar
tapi tidak ada respon dari pihak sana. Tepat pukul 24.00 WIB mereka sampai, dan
menelpon saya, beruntungnya masih ada teman saya di pondok yang membangunkan,
tapi sudah telat. Mereka dijemput oleh panitia lain menuju penginapan. Saya,
kholidatun, mbak nurmi, fawad, dan roychan. Turut ikut serta mengantarkan ke
penginapan. Sesampainya di penginapan mereka langsung istirahat untuk persiapan
lomba esok hari.
Kisah kedua ialah dari delegasi IDIA Prenduan, hampir
sama tetapi sedikit berbeda. Mereka sampai di terminal arjosari pukul 03.00
WIB. Mereka menelpon saya tetapi tidak ada respon lagi-lagi karena saya
tertidur, karena lelah menunggu jawaban sampai pukul 02.00 WIB tidak ada respon
saya memutuskan untuk tidur. Dari terminal mereka langsung menuju masjid
at-tarbiyah UIN Malang dan menunggu saya disana. Ba’da jamaah subuh saya langsung
menghampiri mereka dengan membawakan roti dan air mineral untuk sarapan pagi
mereka sebagai permintaan maaf saya. Tadinya mereka mau langsung menuju
penginapan. Tetapi, informasi dari pihak akomod bahwa penginapan baru bisa
ditempati pukul 12.00 WIB. Mereka terlantar di masjid At-Tarbiyah. Tidak tega
melihatnya, tetapi mau bagaimana lagi memang begitu adanya. Tepat pukul 12.00
WIB mereka langsung diantar ke penginapan dan langsung beristirahat untuk
persiapan lomba esok hari.
sama tetapi sedikit berbeda. Mereka sampai di terminal arjosari pukul 03.00
WIB. Mereka menelpon saya tetapi tidak ada respon lagi-lagi karena saya
tertidur, karena lelah menunggu jawaban sampai pukul 02.00 WIB tidak ada respon
saya memutuskan untuk tidur. Dari terminal mereka langsung menuju masjid
at-tarbiyah UIN Malang dan menunggu saya disana. Ba’da jamaah subuh saya langsung
menghampiri mereka dengan membawakan roti dan air mineral untuk sarapan pagi
mereka sebagai permintaan maaf saya. Tadinya mereka mau langsung menuju
penginapan. Tetapi, informasi dari pihak akomod bahwa penginapan baru bisa
ditempati pukul 12.00 WIB. Mereka terlantar di masjid At-Tarbiyah. Tidak tega
melihatnya, tetapi mau bagaimana lagi memang begitu adanya. Tepat pukul 12.00
WIB mereka langsung diantar ke penginapan dan langsung beristirahat untuk
persiapan lomba esok hari.
Banyak kisah yang terjadi selama acara berlangsung, ada
rasa kesal, greget, mau marah, campur aduk lah rasanya tuh. Eitss.. ingat
menjadi LO harus sabar dan selalu tersenyum 😊. LO juga sebisa mungkin membangun kedekatan dengan
peserta, meskipun awalnya agak canggung karena mereka laki-laki semua. Tak
mudah memang membangunnya dalam waktu sekejap. Tapi tetap harus ada upaya, agar
peserta merasa nyaman ketika ditemani.
rasa kesal, greget, mau marah, campur aduk lah rasanya tuh. Eitss.. ingat
menjadi LO harus sabar dan selalu tersenyum 😊. LO juga sebisa mungkin membangun kedekatan dengan
peserta, meskipun awalnya agak canggung karena mereka laki-laki semua. Tak
mudah memang membangunnya dalam waktu sekejap. Tapi tetap harus ada upaya, agar
peserta merasa nyaman ketika ditemani.
Jadi intinya tugas LO itu sederhana. Yang penting
tersenyum, banyak tahu dan mau menghabiskan banyak waktu. Keuntungan menjadi
LO, kita bisa menambah teman. Kita punya kenalan baru. Siapa tahu setelah acara
selesai, dipertemukan lagi dengan mereka.
tersenyum, banyak tahu dan mau menghabiskan banyak waktu. Keuntungan menjadi
LO, kita bisa menambah teman. Kita punya kenalan baru. Siapa tahu setelah acara
selesai, dipertemukan lagi dengan mereka.








