LET'S THINK

Oleh : Inayatul
Maghfiroh
 

Dalam suatu pepatah disebutkan “
seseorang akan memanen apa yang ia tanam”, bagaimana mungkin akal yang sehat
mengintruksikan melakukan pembalasan atas suatu perlakukan yang tidak pantas
dilakukan?
Oke! Lagi-lagi mari menyadari
Harusnya, sebagai orang yang normal dalam berfikir, contoh kecilnya
ketika kita dalam keadaan berbincang-bincang dengan teman lalu seorang teman
mengatakan menggunakan kata yang tidak pantas dikatakan misalkan “ kamu itu
bodoh sekali “, tidak bisa dipungkiri pasti setiap kita merasa malu bahkan pada
kategori sebal ( menggebu-nggebu ingin membalasnya) . namun, jika kita
menyadari,  apakah dengan membalasnya
bisa mengubahnya untuk tidak mengatakan seperti itu? Lebihnya, bagaimana
mungkin pemilik akal sehat akan melakukan sesuatu yang menyakitkan tersebut
kepada orang lain? adakah menyakiti merupakan intruksi dari akal yang sehat,
bukankah jika semakin menyakiti kamu akan selalu tersakiti? Kan setiap orang
memanen apa yang ia tanam .  selamat berfikir
Bagaimana? Sudah berfikirnya?
Bolehlah saya tambahkan, sebagaimana yang ada didalam pedoman kita
yaitu Al-Qur’an, “ in ahsantum ahsantum lianfusikum, wa in asaktum falaha” dan
banyak lagi ayat menerangkan bahwa setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai
apa yang dilakukannya, jadi mari menyadari sudahkan kita berpedoman? , semoga
kita selalu dalam limpahan Rahmat-Nya. Aamin



Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp