Oleh: Daiyatul Choirot
Putus asa ?
Itu yang ku alami kala itu
Kegagalan ?
Seperti nya aku sudah biasa dengan kata-kata itu
Suara kretek tulang ?
Sudah ku abaikan layknya angin lewat
Lantas apa yang perlu di permasalahkan ?
Bulir
keringat serasa sedang menghardikku kala itu
keringat serasa sedang menghardikku kala itu
Seraya
berbisik “semangatmu kalah deras dengan bulir keringatmu”
berbisik “semangatmu kalah deras dengan bulir keringatmu”
Sepertinya
kata “sudahi” dalam diriku kalah dengan suara anak kecil yang sedang
kata “sudahi” dalam diriku kalah dengan suara anak kecil yang sedang
Berkata
“ kibarkan bendera merah putih”.
“ kibarkan bendera merah putih”.
Tapi
jiwa yang tak lama lagi aku kenali seakan merangkulku dalam diam perlahan,
jiwa yang tak lama lagi aku kenali seakan merangkulku dalam diam perlahan,
Dan
perlahan.
perlahan.
Aku bangkit dari angka satu ke angka dua
Layaknya tingkatan kelas
Dari situ aku tau antara harus menolong atau mengabaikan
?
?
Meskipun sedikit terbesit kata suudzon dalam hati
Tapi khusnudzonku jauh lebih berangka dari suudzonku
Dan kutemukan jawaban dari itu, saat itu, dan waktu
itu juga
itu juga
Ternyata betapa banyak jalan yang diberikan ALLAH
untuk mencapai titik perjuangan.
untuk mencapai titik perjuangan.








