DARIKU, UNTUKKU

                    Oleh: Hilwah Tsaniyah

Kesal? benci? dongkol? jengkel? keki?
Memang siapa yang ingin kau salahkan?
Orang lain?
Mengapa harus orang lain?
Apa salah mereka?

Lantas salahkan siapa?
Diri sendiri ?
Memang kau tak merasa penat karena terus menyalahkan dirimu sendiri ?

Boleh jadi kau hanya perlu sering mengoreksi diri sendiri, kemudian bertekad akan menjadi lebih baik.

Berjanji maksudmu? ah rasanya terlalu sering kata-kata itu melesat dalam hati dan mulut ini, seperti yang sudah-sudah kau tak beralih kau tetap sama. Kau selalu berandai-andai menjadi orang lain, dan berandai kalau ini , kalau itu.

Cobalah untuk senantiasa bersyukur dengan segala apa yang telah tuhan berikan setiap harinya dengan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang terjadi dalam hidupmu. Baik hari ini, kemarin, atau yang akan datang.

Jika saja kau mudah untuk memaafkan orang lain, maka sudilah kau memaafkan dirimu sendiri!

Jika kau bersalah, maka akui saja. Kata orang ini adalah proses dalam pembelajaran untuk keluar dari zona nyaman, toh manusia tempatnya salah bukan?

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp