THE CLEAN HEARTS

Oleh : Ainu Habibi
Hati yang bersih ialah hati yang bersih dan selamat dari kesyirikan. Baik itu syirik kecil ataupun syirik besar. Bersih dan selamat dari bid’ah dan syubhat. Yang menimbulkan keraguan terhadap agama. Dalam hal spiritual keagamaan terhadap agama. Sehingga dapat mengantarkan seorang dalam kekufuran, nauzubillah. Hati yang bersih adalah hati yang selamat dari syahwat yang dapat menghantarkan orang kepada perbuatan keji lagi mungkar. 
Hati yang bersih adalah hati yang senantiasa tawadhu. Hati yang selamat dari riya’ sombong dan hasad. Senantiasa selalu ikhlas semata karena beribadah kepada allah tidak ada sekutu baginya. Sifat tawadhu’ ini di perkuat dengan perkataan syekh Abdul Qadir Jailani. 
قال سيدي الإمام القدوة الشيخ عبد القادر الجيلاني رضيالله عنه وأرضاه: ما وصلت إلى لله تعالى بقيام ليل: ولاصيام نهار: ولا دراسة علم:ولكن وصلت إلى الله تعالى بالكرم والتواضع وسلامة الصدر.
Syekh Abdul Qadir Jailani radiallahu anhu berkata: saya tidak sampai kepada allah dengan kiyamul lail, puasa, atau mempelajari ilmu akan tetapi saya sampai kepada allah ta’ala dengan sifat kedermawanan, tawadhu’, dan hati yang bersih.
Hati yang bersih adalah hati yang terus mengajak kembali kepada allah, dengan cara terbaik agar sampai kepada allah swt.
Sebenarnya hati sendiri terbagi menjadi tiga golongan 1.Qolbun salim 2.qalbun maridh 3.qalbun mayyit. Qolbun salim (hati yang selamat atau bersih) hati yang seperti ini harus dijaga kesuciannya dan keselamatannya. Diantara langkah yang harus ditempuh untuk menjaga eksistensi qolbun salim adalah dengan menjaga keimanan.
ومن يؤمن بالله يهدقلبه 
“Barang siapa beriman kepada allah niscaya allah akan memberikan petunjuk kepada kalbunya” (at-taghabun: 11).

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp