CERMIN DALAM DONGENG (SEBATAS JUDUL TANPA MAKNA)

Oleh: Nurmiati Habib

Nyatanya sudah hari jumat, hari ini aku piket masak di pondok yang mengharuskanku mengirimkan tulisan ke redaktur kepenulisan. Pukul dua belas aku pulang dari kampus, lalu ku tancap gas untuk membuka laptop.. Ku otak-atik kata, ku mainkan ayunan tanganku di keyboard putih yang menghiasi stiker di laptopku, kuputarkan lagu yang biasanya penghiburku dikala mengerjakan tugas kuliah.Tapi entahlah aku bingung harus menulis apa. Lelah? Iya lelah. Ngantuk? Iya ngantuk (Hah inilah segelincir alasanku ketika di hadapkan tentang kepenulisan). Sekejap aku terlelap. Memejamkan mata satu dua tiga empat lima enam tujuh..Lirih ku mendengar ada yang berkata kepadaku.
“Mbak mimi, Dont Sleep, Haya nulis”

Mungkin hanya lima menit mataku terpenjam, lalu terbangun dan kumencoba menyemangati diriku sendiri. Sejenak melihat keadaan kamar yang banyak barang dimana-mana, mendengar pembicaraan orang-orang di ruang tengah, mendengar lantunan bacaan sholat jumat di masjid. Akhirnya aku putuskan untuk masak terlebih dahulu di dapur. Dengan harapan setelah masak akan dapat banyak ide cemerlang ..Haraaaa

Jam sudah menunjukan pukul dua siang, waktu pengiriman tulisan tinggal satu jam lagi. Kubuka laptop kembali, dan nampaklah slide putih kosong yang entah akan ditulis apa. Aku tulis judul pertama Cermin dalam dongengan, karena kuingin mengangkat perjalananku ketika mengunjungi anak yatim piatu di daerah Wajak. Lanjut ku mengetik dan nyatanya inilah yang kutulis, entahlah mungkin hanya sebuah coretan kata yang tak  bermakna. Tiada tema dan tujuan untuk memuat tulisan. Kalimat yang kutulis saat ini pada pukul 14:45.

“Mbak mimi, you want?” Kata hani ketika menawariku salat yang ia bawa pulang dari kampus
Aku hanya terdiam, dan menggelengkan kepala lalu memandangi laptop. Melihat jam yang semakin cepat berputar. Memaksa  alunan jari jemari yang  tak mengerti mengetik apa. Sejenak berhenti, lalu lanjut mengetik dan berhenti lagi, lanjut lagi  berhenti lagi, begitu terus  hingga ku berhenti dititik terakhir. Titik.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp