Oleh : Arfiatul Aliyah
Saat senja mulai meninggalkan tempatnya, dan berubah kegelapan. Di sebuah Cafe bertema klasik dan memang nyaman untuk tempat berkumpul para muda mudi .termasuk Lala, gadis cantik yang baru memasukin masa remaja, ia dan teman-temannya terlalu asyik membahas kegiatan mereka saat disekolah. sakaing asyiknya dia berbincang dengan para temannya sampai tidak sadar bahwa waktu tidak lagi secerah saat mereka datang ke kafe itu. padahal beberapa menit lagi waktu menunjukan pukul enam sore, pertanda bahwa waktu maghrib akan segera mulai.
Salah satu teman lala yang bernama imah mengingatkan semua teman-temannya termasuk lala juga untuk segera pulang ,agar orangtuanya tidak khawatir karena tak kunjung pulang dan sebentar lagi waktu menunjukkan waktu maghrib .
“gaeeess, pulang yuk! udah mau masuk waktu maghrib ni. “ ajak imah kepada semua temannya, namun semua temannya seolah acuh akan ajakannya.
“ngapain sih im buru-buru banget, kan masih mau masuk waktu maghrib belom maghrib juga. lagian disini juga ada musholla, ribet banget sih kamu. ya nggak gaes”. jawab lala sambil menatap ke teman-temannya seolah mencari persetujuan dari temannya, yang dijawab anggukan oleh teman-temannya yang lain .
“ yaudah , kalo kalian pada gamau pulang “ imah menghela nafas sambil menatap teman-temannya .kemudian imah langsung berdiri dan mengambil tasnya yang ada dikursi dan menyampirkan tasnya kepundaknya ,dan bergegas pergi dari cafe itu.
Setelah imah memutuskan untuk pulang duluan, lala dan temannya tetap melanjutkan kegiatan mereka yang tidak bermanfaat. tidak selang beberapa lama adzan maghrib mulai berkumandang, pertanda bahwa waktu maghrib sudah mulai. Setelah adzan maghrib selesai lala memutuskan mencari musholla terdekat untuk menunaikan sholat maghrib. Setelah berkeliling mencari musholla, akhirnya lala dan teman-temannya menemukannya. Tetapi musholla itu terlalu ramai karena banyak para pekerja dan juga para pengunjung disekitar cafe yang didatangi oleh lala dan teman-temannya. Karena memang cafe yang didatangi bertempat di sekitar tempat yang cukup padat bangunan dan tidak hanya diisi oleh satu atau dua orang saja.
“guys, rame banget nih” ucap ucup , salah satu teman lala.
“ya teruus, lo mau nyari musholla dimana lagi ?udah bagus kita nemu musholla ini, daripada ga nemu? “ jawab lala
“iyaa juga sih , yang penting kan kita sholat.” Jawab ucup membenarkan ucapan lala.
Setelah beberapa menit , musholla yang tadinya penuh mulai sepi , dan lala bersama para temannya segera menunaikan sholat maghrib yang diimami oleh ucup . setelah selesai sholat mereka kembali ke kafe yang mereka buat kumpul tadi dan melanjutkan perbincangan mereka yang diselingi humor oleh si ucup .
***
Disebuah rumah sederhana pasangan suami istri bolak balik keluar masuk rumah untuk mengecek suara motor yang lewat , karena pasangan itu terlalu khawatir karena anak tunggalnya tak kunjung pulang.
“ pak , lala kok ga pulang-pulang ya ,padahal ini udah malem . ga biasannya dia kyak gini pak .” keluh ibu kepada suaminnyan.
“emang tadi lala ga ijin sama ibu ?” tanya bapak
“nggak pak, ibu juga udah coba hubungin berkali-kali tapi ga bisa.” jawab ibu
“yaudah , ibu tenang aja, pasti lala pulang kok.” Ucap bapak kepada ibu mencoba menenangkan kegelisahan istrinya. “kita masuk aja , tunggu didalem.” Ajak bapak kepada ibu , dan menggiring istrinya untuk memasuki rumah, dan mendudukkannya di sofa ruang tamu mereka.
***
“balik yuuk ” ajak lala ke teman-temannya saat waktu menunjukkan pukul tujuh malam
“yaudah yuk, udah malem juga “sahut ucup. yang diangguki oleh semua temannya.
Akhirnya mereka semua mamutuskan untuk pulang , kembali ke rumah masing-masing.
***
Waktu sudah menunjukkan pukulan 7.30 a.m, orangtua lala masih resah memikirkan bagaimana keadaan putrinya , yang belum datang juga. namun tak bersela lama, suara motor berderu memasuki halam rumah keluarga pranoto .
“pak itu ada suara motor , apa lala ya? “ tanya bu siti kepada pak pranoto
“iya bu , ayo kita lihat “ajak pak pranoto dan segera bergegas eluar rumah untuk mengecek siapa yang datang.
Dan memang benar bahwa yang mengendarai motor adalah lala , putri mereka.
Lala memakirkan motornya ke teras rumah dan segera menghampiri kedua orang tuannya yang sudah menunggunya.
“ assalamualaikum , pak bu “ sapa lala kepada kedua orangtuannya
“ waalaikumsalam , dari mana aja kamu ?” tanya pak pranoto
“ a a aku dari cafe sama temen-temen yah. “ jawab lala terbata-bata
“ kamu tahukan, kamu itu anak gadis ,ga baik kalo pulang malem .pulang sekolah ya langsung pulang ga usah nongkrong ga jelas sana sini , kasian ibu kamu khawatir daritadi mikirin kamu “ cerca pak pranoto
“ maafin aku yah “ ucap lala dengan penuh sesal , dan berganti menatap wajah ibunya untuk memohon maaf atas perbuatannya “ maafin lala ya buk, lala janji ga akan ngulangin lagi, dan lala janji ga akan bikin ibu khawatir lagi “ ucap lala kepada sang ibu sambil menundukkan wajahnya.
“iya , ibu maafin. tapi ingat jangan diulangi lagi. ibu sama ayah kerja cari duit buat kamu cari ilmu, bukan main sana sini . “nasihat ibu kepada lala. “ yaudah ayo masuk, biar motornya dimasukin sama ayah. “ mengajak lala memasuki rumah. dan sang ayah memasukkan motornya kedalam rumah .
“jangan sia-siakan perjuangan orangtuamu, ingatlah mereka rela berpanas-panasan dibawah teriknya matahari untuk mencari uang agar anaknya bisa makan dan sekolah”.








