Merantau.. mungkin impian setiap siswa yang ingin merasakan dunia pendidikan perguruan tinggi yang jauh dari kotanya, dengan merantau mereka akan merasa lepas dan bebas dari segala aturan dan tekanan yang ada karena berada jauh dari keluarga dan orang-orang lama yang ada di sekitarnya. Apa yang di fikirkan sebelumnya selalu indah bagaikan akan menuju sebuah dunia baru dengan segala hal baru yang sedang menantinya. Dengan ambisi yang kuat aku ingin segera pergi jauh dari kota kelahiranku untuk pergi merantau dan menuju kampus impiannya, mencoba peruntungan di tanah perantauan untuk mendapatkan apa yang dia impikan selama ini.
Di batam aku bagaikan seorang pemuda awam yang selalu ingin terus berinovasi dan berkembang dengan segala kemampuan yang aku miliki, terus berambisi dengan segala prestasi yang aku inginkan. Mencoba membuat bangga lingkungan sekitarku tanpa kenal putus asa dan lelah. Aku tidak pernah diberikan tekanan oleh orang tuaku bagaikan burung yang terbang aku selalu lepas untuk terus memilih jalan hidup yang aku inginkan. Orang tuaku hanya sebagai kontroling terhadap jalan hidup putranya, berusaha percaya dengan anaknya dan terus mensupport dan mendoakan segala pilihan anaknya namun tetap mengarahkan saat putranya salah langkah. Aku terus berusaha menjaga kepercayaan orang tuaku yang sangat mensupport perjalan aku.
Di batam aku bagaikan seorang visioner yang selalu berfikir akan menjadi bagian terpenting di kota yang aku tinggalin, berambisi untuk suatu saat nanti mampu memimpin kota kecil ini. Sekarang aku ingin meninggalkan kota kecil ini bukan karena sudah membencinya tapi aku ingin pergi jauh, sangat ingin pergi jauh untuk minimba ilmu di tanah perantauan.
Sekarang aku sudah berada jauh dari kota kelahiranku.. berada jauh dari mereka semua yang selalu mensupport dan menasehatiku, berada di tanah perantauan tidak sesuai ekspetasiku dulu sebelum berada di tanah ini, semuanya mulai harus aku lakukan secara mandiri tanpa mengharapkan bantuan dari orang lain. Namun kesendirian ini tidak melemahkan semangatku dalam beroganisasi dan menjadi aktivis dalam segala kegiatan. Satu persatu masalah mulai bermunculan mulai dari yang sudah aku alami maupun masalah yang baru aku hadapi, hampir raga ini ingin nyerah dan kembali pulang kerumah menangis memeluk orang tua bagaikan seorang anak kecil yang lemah. namun sesaat setelah termenung tersentak diri ini melihat handphone yang berdering dan ternyata orang tua ku menelfon menanyakan kabar anaknya dan ingin memastikan anaknya baik-baik saja. Sedih.. kecewa.. menyesal.. semua menjadi satu saat mendengar kata perkata dari orang tua ku. Namun suara itu kembali membakar semangat ku untuk terus bertahan dan menutupi semuanya dari orang tua ku agar memastikan dia tidak khawatir dengan anaknya disini.
Aku mulai berusaha bangkit kembali, menghadapi segala masalah yang ada satu persatu dengan keberanian dan tekad yang kuat untuk membuat mereka yang mensupport ku bangga, perjuangan ku belum selesai, aku tidak akan pulang sebelum diri ini memberikan bukti nyata bahwa aku di tanah perantauan akan meninggal jejak yang akan di ingat kota malang dan pulang ke kota batam sebagai putra daerah yang dirindukan.
- darunnun@gmail.com
- Malang-Jawa Timur
- Al-Quran Online








