Oleh : Hilwah Tsaniyah
Kala pagi itu datang, namun matahari tak segera bergegas keluar dari singgasananya. Hanya ada awan bergerumul diikuti suasananya yang gelap dan dingin. Ku pikir hujan akan segera datang.
Aku gelisah, namun aku hanya dapat bertanya-tanya dalam hati. Ada apa sebenarnya?, Pagi itu aku baru saja kembali dari luar dan tak seperti biasanya aku tidak membawa handphoneku.
Ternyatanya banyak panggilan masuk diikuti pesan yang masuk lewat aplikasi chat. Kaget bukan kepalang setelah melihat pesan yang dikirim oleh orang dari kampung halaman. Aku terdiam tak mampu berucap, badanku seketika melemas. Ya, kabar duka datang dari orang yang ku sayang, nenekku.
Seperti isyarat, entah kenapa sejak kemarin rasanya selalu terbayang-bayang wajahnya yang keriput serta badannya yang tua renta itu. Karena sebelum beranjak tidur aku selalu berdoa, memohon agar ia selalu diberi kesehatan dan keberkahan umur.
Namun apa mau dikata karena rezeki, jodoh, dan maut semua di tangan tuhan yang maha kuasa. Aku ingin menengok, namun banyak kendala yang buatku tertahan disini. Dan ibu ku bilang aku tak perlu kembali, cukup doakan dan kembalilah jika semua urusanmu rampung dan selesai. Kemudia segera kembali dengan sehat dan selamat.








