Belajar Untuk Ujian

Belajar Untuk Ujian

Oleh: Siti Laila ‘Ainur Rohmah
          Fenomena belajar menjelang ujian, sudah menjamur di kalangan mahasiswa. Belajar yang seharusnya bisa dilakukan selama proses pembelajaran, namun itu hanyalah bagi segelintir orang yang sadar. Padahal, cara belajar yang efektif adalah disaat ketika materi itu mau diajarkan dan kita sudah mempelajarinya. Namun, apalah daya kebiasaan kini sudah menjadi kesenangan.
          Jam sudah menunjukkan pukul 06.59 WIB. Kelas sudah dipenuhi dengan mahasiswa yang bersiap-siap untuk melaksanakan Ujian Tengah Semester. Tinggal menghitung detik, menuju satu menit yang berharga menjelang ujian. Seperti biasa, teman-temaan masih sempat membuka catatan bahkan tak sedikit pula yang bermain HP. Aku yang datang hampir terlambat, bisa duduk dan menaruh tas saja, membuat sedikit lega hati dan fikiran.
          Ternyata, rasa lega itu masih berkelanjutan dengan rasa cemas yang menggelora dalam batin. Mengingat tadi malam yang belum belajar untuk ujian hari ini.  Ditambah suasana yang bising karna banyaknya teman-teman yang masih membahas materi pelajaran yang akan diujikan. Waktu pun berlalu dan tibalah pengawas datang di kelas. Semua mahasiswa merapikan semua catatan dan buku ke dalam tas. Tak lupa juga handphone yang awalnya digenggam, harus disingkirkan dari tangan. Hanya boleh ada alat tulis pulpen, correction pen, diatas meja.
          Ujian pun, berlangsung. Dan tempat duduk pasti penuh di bagian belakang. Entah karna apa,salah satu dari mereka ada yang bilang, “posisi menentukan prestasi”. Terlintaslah dibenakku, apa yang dimaksud mereka? Atau kah mereka bisa leluasa untuk mengambil kesempatan bertanya kepada teman, atau yang lain?. Fikiran Suudzon pun merasukiku. Tapi, kenyataan dilapangan lebih dominan memang begitulah adanya. Apakah itu tanda kalau mereka kurang yakin dengan kemampuan yang ada? Pasti banyak hipotesa yang muncul bagi sebagian dari mereka yang memperhatikan hal ini.
          Seandainya belajar itu dijadikan sebagai kebutuhan, tentunya mereka bisa memanfaatkan waktu belajar dengan seefektif mungkin. Tidak harus menunggu waktu ujian tiba, maupun kalau ada tugas . Seperti kata Abi Halimi, “seharusnya ketika ujian itu , sudah santai, karna sudah belajar sebelumnya. Sehingga bisa dibuat untuk istirahat”. Ungkapan itu sering kudengar dan terucap. Dan memang begitulah seharusnya yang dilakukan mahasiswa. Semoga kedepannya hal ini bisa diminimalisisr dan dihilangkan dari kebiasaan mahasiswa. 

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp