AKU HANYA SEBATAS KORAN

Oleh : Ahmad Zahrowii Danyal Abu Barzah
                              
Aku duduk menatap awan
bergeming sendu tak berirama
dan rindu yang tak bergema
Aku bukanlah pohon jati 
Aku bukanlah Sebuah baja
Aku hanya sebatas koran robek
yang dapat merasakan candu sendu 
Guratan langit melemah
luntur bak cat berwarna
seperti Rinduku yang bersejarah
Aku merasakan hampa
dalam peliknya melodi jiwa
Wahai Kau rindu yang resah
Haruskah kau ku alami sendirian
serta yang lain tertawa
Aku bukan pelawak
Aku bukan badut jalanan
Diriku tersiksa dan tertimpa
Terik panas sang surya yang marah
sedangkan hati teriris perlahan-lahan
Seandainya Kau bisa percaya
dengan apa yang kuucapkan
dengannya lah ternyata percuma
Kau begitu keras kepala
Putus melepaskan asa yang tak bersalah
Hingga gersang hatinya porak-poraknda
Aku berbisik pada Angin
tentang masa yang kuimpikan
masa dimana kuberakhir
merasakan semua
Entah mengapa diriku menginginkannya
Gerah sudah membolak-balikkan asa
namun dikau takkan kunjung percaya
Aku merasakan firasat yang naif
tentangmu yang nestapa
Instrumen alam telah mengartikan semua
Semua yang melaluinya
Hingga Anginpun tahu amarahnya
Mungkin bagiku 
inilah bagian yang paling terhina
Meniadakan fakta serta masalah
Bagaimana kau dapat berkembang
tetapi dirimu yang terlalu buta fakta
Dimana kau letakkan hatimu
Apa mungkin ragamu sudah dilalap mati
Oleh kebutaan dunia
Wahai sang Alam yang amarah
Apa kau sudi dipimpin olehnya
yang naif hatinya
Wahai awan yang waspada
Apa kau rela menaunginya
sementara dirinya tega
mengkhianati dikau
Oh, Fatamorgana datanglah
tebarkan kekuatanmu padanya
biarkan ia  menikmatimu
Sehingga sang Alam tak perlu marah
Aku tahu bahwa itu terlalu ramah
Namun apakah Hewan punya perasaan
sedang  yang dibelakangnya merongrong kesakitan

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp