SIAPA PROVOKATOR SEBENARNYA?

Oleh: Fitriatul Wilianti

Akhir-akhir ini kita selalu disapa dengan kabar-kabar
baru mengenai aksi
mahasiswa. Aksi tersebut selalu menjadi trending topic setiap saat, baik di media masa maupun di
tengah-tengah kehidupan masyarakat. Dan sampai sekarang
aksi tersebut masih terus berlanjut dan semakin
menjadi-jadi di
setiap sudut kota. Setiap hari banyak mahasiswa yang rela meninggalkan
mata kuliah wajib di
kampus untuk turun kejalan dan menerapkan kepeduliaannya terhadap
apa yang menimpa negara saat ini. Bahkan banyak slogan-slogan yang mereka tulis
“kami meninggalkan 3-4 Sks untuk 150 Sks”. Itu jelas sudah menjadi
kata-kata penyemangat bagi mereka untuk terus maju dan pantang mundur. Lantas
bagaimana tanggapan balik dari pemerintah atas berhari-harinya
aksi demo mahasiswa yang sudah banyak memakan korban, baik yang meninggal akibat
tingkah anarkis aparat maupun mahasiswa yang tubuhnya dipenuhi luka-luka
lainnya.
Selain kerugian akibat banyaknya korban dari
mahasiswa tersebut, banyak pula fasilitas-fasilitas negara y
ang ikut dirusak karena pemberontakkan mahasiswa. Bahkan makin hari semakin menjadi-menjadi.
Sudah hampir satu minggu aksi tersebut dilakukan tapi belum ada tanggapan balik
dari pemerintah baik dari Bapak Presiden sendiri
maupun dari anggota DPR yang didemo langsung oleh puluhan ribu mahasiswa. Mereka seakan-akan bungkam atas apa yang terjadi atau mungkin
mereka pura-pura tidak tahu. Entahlah yang jelas
mahasiswa masih kuliah di jalan sampai sekarang. Walaupun sudah
terhitung sejak tgl 19 september mahasiswa mengajukan permohonan tentang
penolakan poin-poin pada pasal-pasal baru dalam RUU KUHP dan RUU KPK 
khususnya tentang penolakan mengenai pasal penghinaan presiden dan pengurangan
hukum bagi koruptor akan tetapi hasilnya sama saja, “nihil”  Dan
semakin lama masalah semakin menjadi, bahkan kemaren terdengar kabar viral
bahwa ribuan pelajar STM juga ikut turun kejalan melakukan demo selayaknya
mahasiswa. walaupun mereka sendiri belum paham inti dan tujuan dari demo tersebut
mereka hanya bosan dengan apa yang menimpa negara dan rakyat Indonesia sehingga
ikut memperjuangkan keadilan.
Sebelum demo mahasiswa semakin memanas, beberapa hari yang lalu
pak presiden telah mengumumkan untuk memerintahkan penundaan pengesahan bagi
setiap RUU baru yang telah d
irancang. Namun hal itu masih belum cukup mempengaruhi mahasiswa, karena bisa saja RUU tersebut disahkan
kembali di beberapa waktu kedepan. Yang mereka harapkan adalah penolakan setiap
RUU baru y
ang dirancang bukan sekedar penundaan saja. Dan yang
perlu kita pahami sekarang adalah
mahasiswa tidak mungkin kembali melakukan demo sampai apa yang mereka ajukan tersampaikan dan juga terlaksanakan
seperti apa yang di harapkan. dan kemarin tepatnya di tanggal 30 september
mahasiswa kembali melakukan
demo di beberapa tempat termasuk di Kota Malang dan mungkin akan
terus berlanjut sampai apa yang diharapkan
mahasiswa benar-benar di tolak. Dan semoga pemerintah pusat paham
akan kondisi masyarakat maupun
negara saat ini. Aamiin. wallahu a’lam bisshowab.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp