AKU NAN JAUH DI SEBERANG

Oleh : Daiyatul Choirot

Kukira mentari akan segera muncul.
Pertanda kedudukan sang malam akan digantikan dengan nama pagi.
Cahaya terangnya yang memukau.
Seakan dia faham akan kejadianku hari ini.
Kulangkahkan kaki yang mungil ini.
Berat, sungguh berat.
Rajawali mungkin dia bisa yang menjadi saksi bisuku.
Malam demi malam.
Siang demi siang.
Hari, jam, menit, detik sudah berlalu.
Tapi mengapa hati ini serasa ketinggalan
di kota seberang.
Mungkin benar kata orang.
Harta yang paling berharga adalah keluarga.
Pulang.
Ya, mungkin satu kata itu yang berhasil mengobati.
       Salam rindu dari anak rantauan teruntuk keluarga nan jauh di seberang.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp