Berbeda dengan tahun lalu, kali ini Santunan Yatim dan Dhuafa bekerjasama dengan Program Studi Matematika FMIPA Universitas Billfath Lamongan dan Ikatan Alumni FTK ITS Surabaya. Dari Universitas Billfath selain pemberian donasi berupa materi juga menampilkan salah satu mahasiswi berprestasinya, Kak Eka Budi Nur Hidayah dan Kak Dewi, untuk memberi motivasi. Sedangkan Ikatan Alumni FTK ITS Surabaya menyumbangkan paket bingkisan dan uang untuk para anak yatim dan Dhuafa.
Sebagaimana kebiasaan majelis yang diadakan NU, acara ini diawali dengan bacaan ayat suci Al Quran dan Sholawat Nabi yang dipimpin oleh Ketua Prodi Matematika FMIPA Universitas Billfath, Bapak Aris Alfan, M.Si. Kemudian sambutan oleh Ketua Ranting NU Ds. Sukosongo, Bapak Solikin, S.Pd. “Awalnya, hanya inisiatif sederhana untuk meneruskan kegiatan tahun lalu, tapi ternyata tanggapan dari para donatur dari warga maupun berbagai lembaga luar biasa, Min haitsu laa yahtasib.” Jelas Bapak Solikin.
Acara dilanjutkan dengan penampilan-penampilan dari anak-anak yatim. Setelah itu Kak Eka, yang saat ini juga menjabat sebagai ketua umum IPPNU Kec. Maduran, memberikan dorongan pada para peserta untuk terus bersekolah untuk menggapai cita-cita, tidak malu berusaha, dan tidak minder. “Rukun iman ada enam. Kita biasanya percaya semua, tapi untuk mempercayai yang nomor enam, qodlo dan qodar apalagi yang buruk, kita biasanya tidak terima. Jangan begitu, Allah pasti memberikan yang terbaik bagi kita.” Ucap Kak Eka. Kiai Sofyan Sahuri pada Maudlohnya juga menambahi “Kehidupan yang penuh dengan perjuangan akan membuat kalian menjadi anak-anak yang hebat.” Tak lupa beliau mengingatkan kepada semua yang hadir bahwa Rasulullah dengan orang-orang yang memelihara anak yatim di surga nanti akan sangat dekat. Maka sangat mulia jika mau menyumbangkan harta, benda atau tenaga demi kesejahteraan anak yatim.
Pada dasarnya acara ini bukan hanya bertujuan untuk memberikan santunan berupa materi kepada anak yatim dan dhuafa, akan tetapi juga menyalurkan pengetahuan, motivasi dan relasi kepada anak-anak tersebut. Harapannya agar anak-anak memiliki jiwa percaya diri dan cita-cita yang tinggi, meski hidup di keluarga yang tidak lengkap. Sehingga anak-anak tahu bahwa banyak cara untuk tetap belajar dan berkarya serta menggapai masa depan yang gemilang.
Penulis : Dyah Ayu Fitriana
Pemeriksa Aksara : Nihaya Alivia Coraima Dewi
Pondok Pesantren Darun Nun Malang











