Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Samyang Dunia
Maya
Maya
Oleh:
Nurmiati Habib
Media sosial
sebagai media terbesar yang banyak digunakan oleh lapisan masyarakat. Media ini
mampu untuk memperluas informasi secara cepat dengan jangkauan yang begitu
luas. Dengan begitu mudahnya setiap orang untuk mengakses apapun sesuai
keinginannya menjadikan media sosial saat ini sangat berpengaruh besar terhadap
kepribadian penggunanya. Pengguna media sosial dalam arum jeram dunia maya
sangatlah beragam, ada yang begitu mudahnya terpengaruh dan adapula yang tetap
kokoh dengan pendiriannya. Alangkah mirisnya ketika media sosial banyak
disalahgunakan oleh oknum-oknum yang mengambil keuntungan sepihak dan justru
merugikan orang lain, sehingga memunculkan perpecahan antara satu dengan yang
lain. Contohnya saja akhir-akhir ini banyak sekali berita-berita hoax yang
bertebaran di dunia maya, mulai dari isu agama sampai berita yang sedang ramai
diperbincangkan yakni Calon Presiden Indonesia 2019-2024. Siapapun dapat
mengakses dengan begitu mudahnya tanpa terkeculi. Begitu banyaknya
berita-berita yang ada dalam dunia maya mengakibatkan banyaknya orang yang
begitu asik untuk berkomentar setiap kali orang memposting sesuatu. `
sebagai media terbesar yang banyak digunakan oleh lapisan masyarakat. Media ini
mampu untuk memperluas informasi secara cepat dengan jangkauan yang begitu
luas. Dengan begitu mudahnya setiap orang untuk mengakses apapun sesuai
keinginannya menjadikan media sosial saat ini sangat berpengaruh besar terhadap
kepribadian penggunanya. Pengguna media sosial dalam arum jeram dunia maya
sangatlah beragam, ada yang begitu mudahnya terpengaruh dan adapula yang tetap
kokoh dengan pendiriannya. Alangkah mirisnya ketika media sosial banyak
disalahgunakan oleh oknum-oknum yang mengambil keuntungan sepihak dan justru
merugikan orang lain, sehingga memunculkan perpecahan antara satu dengan yang
lain. Contohnya saja akhir-akhir ini banyak sekali berita-berita hoax yang
bertebaran di dunia maya, mulai dari isu agama sampai berita yang sedang ramai
diperbincangkan yakni Calon Presiden Indonesia 2019-2024. Siapapun dapat
mengakses dengan begitu mudahnya tanpa terkeculi. Begitu banyaknya
berita-berita yang ada dalam dunia maya mengakibatkan banyaknya orang yang
begitu asik untuk berkomentar setiap kali orang memposting sesuatu. `
Istilah yang
sering kita dengar “Mulutmu harimaumu” saat ini berubah dengan “Jarimu
Harimaumu” karena zaman sekarang orang lebih menikmati jari-jarinya untuk berkomentar
terhadap hidup orang lain. Bahkan bagi sebagian orang dunia maya menjadi lahan
saling menjatuhkan dengan jari-jarinya yang mampu berkomentar sesuai
keinginannya. Kata Haters saat ini sering kali kita dengar untuk
mengistilahkan orang yang berkomentar buruk di media sosial. Sudah menjadi
rahasia umum begitu banyaknya kalangan artis yang melaporkan para haters ke
polisi. Sangat begitu disayangkan para haters tersebut banyak dari golongan
orang dewasa yang seharusnya sudah lebih bijak dalam mengomentari hal-hal yang
ada di media sosial.
sering kita dengar “Mulutmu harimaumu” saat ini berubah dengan “Jarimu
Harimaumu” karena zaman sekarang orang lebih menikmati jari-jarinya untuk berkomentar
terhadap hidup orang lain. Bahkan bagi sebagian orang dunia maya menjadi lahan
saling menjatuhkan dengan jari-jarinya yang mampu berkomentar sesuai
keinginannya. Kata Haters saat ini sering kali kita dengar untuk
mengistilahkan orang yang berkomentar buruk di media sosial. Sudah menjadi
rahasia umum begitu banyaknya kalangan artis yang melaporkan para haters ke
polisi. Sangat begitu disayangkan para haters tersebut banyak dari golongan
orang dewasa yang seharusnya sudah lebih bijak dalam mengomentari hal-hal yang
ada di media sosial.
Bukhari Muslim
meriwayatkan dalam hadis Rasulullah SAW bahwasanya :
meriwayatkan dalam hadis Rasulullah SAW bahwasanya :
“Barang siapa
yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik jika tidak
maka diamlah”
yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik jika tidak
maka diamlah”
Jika menelaah dari hadis tersebut kita dapat mengkaitkan dengan
peribahasa apapun yang kita tanam itu yang akan kita petik. Oleh karena itu,
selayaknya setiap orang yang berkomentar dengan suatu perkataan atau kalimat,
merenungkan apa yang akan kita ucap. Jika memang ada manfaatnya, barulah ia
berbicara. Jika tidak, hendaklah dia menahan lisannya seperti istilah diam itu
emas. Berbijaklah dalam mengunakan media sosial. Salam Semangat
peribahasa apapun yang kita tanam itu yang akan kita petik. Oleh karena itu,
selayaknya setiap orang yang berkomentar dengan suatu perkataan atau kalimat,
merenungkan apa yang akan kita ucap. Jika memang ada manfaatnya, barulah ia
berbicara. Jika tidak, hendaklah dia menahan lisannya seperti istilah diam itu
emas. Berbijaklah dalam mengunakan media sosial. Salam Semangat








