OLEH : NUR MA’RIFATUL JANNAH
Hari ini, rabu tertanggal 1 agustus 2018, alhamdulillah kami berkesempatan
untuk turut serta dalam kegiatan nobar (nonton bareng), gratis. Hehe…
Tepatnya di bioskop plaza araya malang. Hari itu ceritanya aku diajak dadakan
perkara masih adanya tiket nobar gratis yang salah satu orang tak bisa turut
serta kala itu. Kebetulan hari itu, sorenya tidak ada jadwal agenda lain, yaps
aku pun langsung bersedia mengiyakan ajakan itu. Perjalanan menuju ke lokasi
(blimbing) lumayan memakan waktu dan jarak terbilang jauh. Apalagi harus
menerobos ramainya kendaraan sore yang bikin macet. Dalam hati menggerutu, awas
aja filmnya ga sesuai expektasi. Expektasi kala itu film dokumenter, pasti
keren, kaya dulu ketika waktu mata pelajaran sejarah, kami sering diajak
nobar film dokumenter jaman dulu. But, this is gratis, so harusnya ga terlalu
kecewa lah kalau pun agak ga sesuai expektasi.
untuk turut serta dalam kegiatan nobar (nonton bareng), gratis. Hehe…
Tepatnya di bioskop plaza araya malang. Hari itu ceritanya aku diajak dadakan
perkara masih adanya tiket nobar gratis yang salah satu orang tak bisa turut
serta kala itu. Kebetulan hari itu, sorenya tidak ada jadwal agenda lain, yaps
aku pun langsung bersedia mengiyakan ajakan itu. Perjalanan menuju ke lokasi
(blimbing) lumayan memakan waktu dan jarak terbilang jauh. Apalagi harus
menerobos ramainya kendaraan sore yang bikin macet. Dalam hati menggerutu, awas
aja filmnya ga sesuai expektasi. Expektasi kala itu film dokumenter, pasti
keren, kaya dulu ketika waktu mata pelajaran sejarah, kami sering diajak
nobar film dokumenter jaman dulu. But, this is gratis, so harusnya ga terlalu
kecewa lah kalau pun agak ga sesuai expektasi.
Sesampainya di sana, sekitar waktu ashar. Kami pun langsung segera menuju
lokasi. Was-was ketinggalan ceritanya kalau udah mulai duluan nanti. Kesan
pertama, masih terasa garing. Karena masih sampai scene kegiatan
orang-orang yang tengah melakukan aktifitas harian. Tapi sampai di sini, drama
terkesan terlihat berjalan begitu alami. Mengalir apa adanya. Seperti tidak ada
kepura-puraan. Wajah-wajah
para aktor polisi yang tengah bertugas di pos polisi terkesan lucu, dalam arti
seperti kaku tapi natural.
lokasi. Was-was ketinggalan ceritanya kalau udah mulai duluan nanti. Kesan
pertama, masih terasa garing. Karena masih sampai scene kegiatan
orang-orang yang tengah melakukan aktifitas harian. Tapi sampai di sini, drama
terkesan terlihat berjalan begitu alami. Mengalir apa adanya. Seperti tidak ada
kepura-puraan. Wajah-wajah
para aktor polisi yang tengah bertugas di pos polisi terkesan lucu, dalam arti
seperti kaku tapi natural.
Lantas mulai memasuki konflik, adanya seseorang yang memasuki sebuah kafe
dengan mengenakan sebuah tas ransel di punggungnya. Nampak ia melihat-lihat
sekitar dengan mata mencurigakan, dan yah…seketika terjadi ledakan,
mengejutkan. Dari adegan tersebut mulailah memasuki konflik yang seru. Aksi
para polisi dan teroris yang saling adu tembak membuat seisi bioskop turut
ramai berteriak histeris terbawa suasana. Bahkan ada yang sampai menangis sebab
ketakutan menyaksikan para korban ledakan bom yang sangat tragis
berdarah-darah.
dengan mengenakan sebuah tas ransel di punggungnya. Nampak ia melihat-lihat
sekitar dengan mata mencurigakan, dan yah…seketika terjadi ledakan,
mengejutkan. Dari adegan tersebut mulailah memasuki konflik yang seru. Aksi
para polisi dan teroris yang saling adu tembak membuat seisi bioskop turut
ramai berteriak histeris terbawa suasana. Bahkan ada yang sampai menangis sebab
ketakutan menyaksikan para korban ledakan bom yang sangat tragis
berdarah-darah.
Seusai berakhirnya NOBAR tersebut, sungguh masih menyisakan debaran dan
kekaguman dengan pengemasan dalam film dan menurut saya akting aksi para aktor sungguh mampu memikat dan
mampu membuat terkesima para penonton.
kekaguman dengan pengemasan dalam film dan menurut saya akting aksi para aktor sungguh mampu memikat dan
mampu membuat terkesima para penonton.








