By Muflikhah Ulya
Kadang dalam hidup, satu-satunya keputusan paling logis bukan menghadapi masalah, tapi… kabur. Iya, kabur. Lari. Menghilang. Out. Logout. Tapi tetap aktif di Instagram, biar kelihatan “healing.”
Tren “Kabur Aja Dulu” ini bukan sekadar kalimat. Ini filosofi hidup baru yang berhasil mengikat simpul simpati generasi burnout: Gen Z, milenial awal, bahkan para karyawan tetap yang dalam hati ingin resign tapi takut BPJS-nya mati. Di TikTok, meme, dan reels, kabur bukan lagi tanda pengecut. Kabur adalah bentuk self love. Tindakan preventif sebelum waras benar-benar habis.
Asal-usul frasa ini mungkin tidak bisa dilacak pasti, tapi yang jelas, “kabur aja dulu” muncul dari perut zaman yang kekenyangan tekanan. Saat beban kerja datang bersamaan dengan notifikasi WhatsApp dari bos yang pakai titik di akhir kalimat, kadang kabur adalah satu-satunya bentuk perlawanan.
Dulu orang bilang “lari dari kenyataan”, sekarang diganti jadi “kabur aja dulu”. Bedanya? Yang sekarang lebih estetik dan bisa dijadikan caption di IG. Bahkan kalau pakai font miring, bisa terlihat seperti kutipan filsuf modern.
Jawabannya sederhana, hidup makin absurd. Gaji stagnan, harga beras naik, dan tiap malam kamu terjebak antara tidur lebih awal atau scrolling video kucing sampai subuh. Sementara itu, atasan bilang kamu harus lebih “proaktif dan agile”.
Anak muda hari ini bukan malas, mereka cuma kenyang dituntut. Wajar kalau akhirnya “kabur” jadi opsi. Karena kalau dipaksa terus, bukan performa yang naik, tapi tekanan darah. Maka, kabur bukan tanda menyerah, tapi jeda. Bentuk survival yang waras.
Orang-orang pun mulai sadar, kalau harus terus menghadapi semuanya sekarang juga, hidup ini bakal terasa kayak Windows XP: nge-hang di tengah presentasi penting. Beberapa orang kabur dari kantor dan akhirnya jadi freelancer yang justru lebih bahagia. Ada yang kabur dari kuliah, ambil cuti setahun, dan malah nemu passion hidup. Bahkan ada yang kabur dari pacarnya yang toxic, dan sekarang rutin olahraga, makan sehat, dan punya kulit glowing. Kadang, kabur bisa menyelamatkan hidup, lho.