MALANG – Kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren Darun Nun Kota Malang. Salah satu santrinya, Muhammad Habib An-Nizami Tanjung, berhasil menembus kancah literasi internasional setelah tulisannya diterbitkan oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman.
Tulisan berjudul “Kaya Gagasan, Miskin Jangkauan: Ikhtiar Menduniakan Santri Lewat Bahtsul Masail” tersebut tayang di kategori terbit website resmi PCINU Jerman, pcinu.de, pada rubrik Khazanah > Opini, bertepatan dengan momentum Hari Santri 2026.

Dalam poster publikasi yang dirilis PCINU Jerman, karya Habib Tanjung menjadi salah satu tulisan terpilih yang mengangkat isu strategis tentang masa depan tradisi intelektual pesantren.
Artikel tersebut menyoroti sebuah kegelisahan yang relevan: bahwa tradisi Bahtsul Masail sebagai dapur gagasan dan nalar kritis santri sangat kaya secara gagasan, namun masih miskin dalam hal jangkauan global. Ia menawarkan ikhtiar bagaimana Bahtsul Masail tidak hanya menjadi forum internal pesantren, tetapi bisa menjadi metodologi pemecahan masalah global yang bisa menduniakan peran santri.
Capaian ini menjadi bukti bahwa santri Darun Nun tidak hanya aktif mengkaji kitab di dalam pesantren, tetapi juga mampu merespons isu keislaman global dan berdialog dengan audiens internasional melalui tulisan.
PCINU Jerman sendiri dikenal sebagai salah satu PCINU paling aktif di Eropa dalam mendiseminasikan pemikiran keislaman yang moderat dan kontekstual melalui platform digitalnya.
Pihak Pondok Pesantren Darun Nun Kota Malang menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap dapat memotivasi santri-santri lain untuk terus produktif menulis dan berkarya hingga tingkat internasional.
Tulisan lengkap dapat dibaca di laman resmi PCINU Jerman: pcinu.de