
Karya: Meisya Eva Natasya
Diantara senja yang meredup perlahan
Risau mengiris tanpa suara ataupun keluhan
Tak berdarah, namun nyerinya menetap di ruang kenangan
Menunggu reda yang tak kunjung ditemukan
Kucoba menakar rindu yang datang tiba-tiba
Namun Ia terlalu dalam untuk kusangka
Terlalu lembut untuk sekedar sirna
Selalu muncul di sela sunyi yang hampa
Ada rasa yang tak selesai menyapa
Menetes perlahan seperti hujan yang luka
Membasahi hati yang ingin tetap tegar berdiri saja
Meski sepi terus mengintai dari balik cahaya
Andai risau bisa kuiris hingga tiada
Mungkin kutemukan tenang di tengah luka
Namun tiap sayatan membuka cerita lama,
Yang diam-diam enggan benar-benar sirna
Maka kubiarkan risau ini menetap sementara
Menjadi puisi yang tak selesai kubaca
Menjadi Aku yang belajar melepaskan segala
Meski bayangmu masih menetap di ruang yang penuh rasa
Pondok Pesantren Darun Nun







