Diamnya Ayah

Diamnya Ayah

Oleh: Syabrina Wahyuni

Ayah,
kau bukan lelaki yang pandai berkata-kata,
tak banyak rayuan,
tak banyak cerita tentang lelahmu.

Namun dari tanganmu
aku belajar arti perjuangan,
dari langkahmu
aku mengerti arti pulang,
dan dari diam-mu
aku tahu,
cinta tak selalu harus diucapkan.

Kau sembunyikan letih
di balik senyum yang sederhana,
menukar waktu dan tenagamu
demi melihat kami tumbuh
tanpa kekurangan harapan.

Dulu aku mengira
kau hanya seseorang
yang selalu menyuruhku kuat.
Kini aku mengerti,
kau menyuruhku kuat
karena sepanjang hidupmu
kau telah lebih dulu menahan segala sakit.

Ayah,
jika suatu hari aku mampu berdiri tegak,
itu karena dulu
ada bahumu yang menjadi tempatku bersandar.

Dan jika kelak aku jauh dari rumah,
namamu akan tetap menjadi
salah satu doa
yang paling sering kusebut
dalam diam.

Sebab bagiku,
ayah bukan sekadar lelaki
yang membesarkanku
kau adalah rumah
yang tak pernah meminta
aku untuk pulang dengan membawa apa-apa.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp