Dia Adalah Masa Lalu

Sumber gambar: shutterstock.com

Oleh:
Ahmad Zahrowii D. A. B
 

Rentang waktu ini telah memasuki
kelabu

Tentang keinginanku yang kala itu
menggebu

Manifestasiku pun berujung pada
ungkapan setuju

Nyatanya hal itu hanya sebagai alur
laguku

 

Aku berusaha tegar, sabar, dan istiqomah

Setiap kali kukirimkan surat-surat
itu

Tak pernah runtuh sekalipun begitu

Meski jarak menuntutku tuk bersimpuh

 

Pernah suatu waktu kesempatan datang
untukku

Perihal tiga bulan lamanya tanpa
masalah

Kemudian rezeki lain perlahan
menemuiku

 

Hari- hari berlalu

Tiga bulan itu seakan hanya
selangkah bagiku

Namun aku bersyukur terhadap
perjuanganku

Bersyukur karena sekitarku mengerti
perihalku

 

Hingga,

Datang pilihan lain yang membuatku
ragu

Dan menerima takdir lain yang
mencoba mengujiku

 

Satu pilihan.

Dengan imbalan nyata meski belum
sempurna

Demi menanggalkan ransel lain yang
kutempa

Dengan Menyebut Nama Allah Tuhanku

Kulepaskan dengan kuhempaskan
dirinya

 

Dan,

Tiga Desember Dua Ribu Dua Puluh Dua
lalu

Aku hanya bisa membuka album biruku

Serta harapan palsu yang membuatku
rindu

 

Aku seperti dibanting oleh masa lalu

Menyesal setengah tersedu – sedu

Sembari berulang kali menggerutu

Tentang mengapa tak dari dulu
seperti ini seperti itu

Sampai kupasrahkan kembali harmoni
hatiku

Kepada Tuhan yang Maha Satu

 

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

 

 

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp