Jejak yang Membawa Pulang Peluang

Jejak yang Membawa Pulang Peluang

Oleh Mahrotul Fithonah

 

Ada banyak hal yang tidak akan pernah kita ketahui jika kita memilih untuk tetap diam. Kita mungkin merasa sudah cukup belajar dari apa yang kita baca, cukup memahami kehidupan dari apa yang kita lihat, atau cukup mengenal dunia dari tempat kita berada sekarang. Namun, ada pengetahuan yang hanya bisa ditemukan ketika kita benar-benar keluar dan mengalaminya sendiri.

Tidak harus dengan langkah yang besar. Tidak harus langsung mengetahui ke mana tujuan akhirnya. Cukup berani keluar dari tempat kita berdiri sekarang. Keluar dari ruang yang selama ini terasa aman, keluar dari ruangan yang selama ini terasa nyaman, dan keluar dari kebiasaan yang sama. Bukan untuk mrnghilang namun keluar untuk mencoba sesuatu yang baru, bertemu dengan orang-orang yang berbeda, menerima tanggung jawab yang belum pernah diambil, atau sekadar mengatakan, “Aku ingin mencoba.”

Sebab ketika kita berani melangkah keluar, kita akan bertemu dengan banyak hal yang tidak pernah kita dapatkan, semakin banyak interaksi masa semakin banyak pula pintu peluang yang akan terbuka. Dari sebuah pekerjaan, kita belajar bagaimana menghadapi tanggung jawab. Dari sebuah organisasi, kita belajar tentang manusia, komunikasi, dan kerja sama. Dari kegagalan, kita belajar mengenali kekurangan diri. Dari bertemu orang lain, kita belajar bahwa dunia ternyata jauh lebih luas daripada apa yang selama ini kita pikirkan.

Ilmu-ilmu itu mungkin tidak langsung terlihat sebagai sebuah peluang. Namun, sering kali justru dari sanalah peluang tumbuh. Seseorang yang kita temui hari ini mungkin mengenalkan kita pada kesempatan yang tidak pernah kita bayangkan. Kemampuan yang kita pelajari dari pengalaman sederhana mungkin suatu hari menjadi alasan seseorang memilih kita. Pengalaman yang awalnya kita anggap kecil mungkin menjadi bagian penting dari perjalanan kita berikutnya.

Peluang tidak selalu datang dalam bentuk pintu yang terbuka lebar. Kadang ia datang sebagai pengalaman, kadang sebagai pertemuan, kadang sebagai ilmu baru, kadang bahkan sebagai kegagalan yang memaksa kita mencari jalan lain. Itulah mengapa diam terlalu lama bisa membuat dunia terasa sempit. Bukan karena peluang tidak ada, tetapi karena kita belum pergi cukup jauh untuk menemukannya.

Maka Bergeraklah!! Melangkah sedikit lebih jauh!!

Mari terus mencoba hal baru, terus mencari dan mencari. sebab bisa jadi kita tidak sedang mencari peluang, namun kita sedang mengumpulkan bekal untuk menciptakan peluang.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp